seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Operasi Patuh Telabang 2025, Pelanggaran Dominan Anak Dibawah Umur

by Redaksi - Tanggal 21-07-2025,   jam 09:21:43
Pelanggaran lalu lintas terekam kamera ETLE Polres Kotim. (FOTO:SATLANTAS POLRES KOTIM) Pelanggaran lalu lintas terekam kamera ETLE Polres Kotim. (FOTO:SATLANTAS POLRES KOTIM)

SB, SAMPIT - Operasi Patuh Telabang 2025 yang dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukan pelanggaran lalu lintas didominasi oleh para remaja di bawah umur. Operasi ini resmi digelar pada 14 Juli 2025 lalu hingga 18 Juli 2025.

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Hariyanto menyebutkan bahwa selama beberapa hari pelaksanaan operasi, petugas masih menemukan banyak remaja yang belum layak mengendarai sepeda motor.

Dari beberapa pengendara yang kami lakukan penindakan, sebagian besar masih remaja. Mereka belum cukup umur dan belum layak untuk berkendara di jalan raya," kata AKP Hariyanto, Senin (21/7/2025).

Ia menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah melakukan 106 penindakan, baik secara manual maupun melalui sistem tilang elektronik (ETLE), serta 168 kali teguran kepada pengguna jalan.

Penindakan dilakukan berdasarkan pelanggaran yang terlihat secara kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, kendaraan tanpa TNKB, atau berkendara ugal-ugalan, serta knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis Laik jalan, dan juga Melawan arus juga melanggar APILL.

"Ops Telabang ini, kami fokus pada pendekatan humanis dan edukatif. Pengaturan dan pengamanan lalu lintas kami lakukan di titik-titik rawan, terutama di persimpangan. Jika terlihat pelanggaran secara kasat mata, baru kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata bertujuan untuk menindak pelanggar, tetapi lebih kepada membentuk kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih tertib dan disiplin dalam berlalu lintas.

Satlantas Polres Kotim juga terus mensosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara melalui berbagai saluran, termasuk sekolah-sekolah.

"Ops Telabang ini bukan semata masa depan generasi muda. Edukasi kami utamakan, tindakan bukan tentang tilang, tapi juga tentang menyelamatkan," pungksanya. (f1/sb)