seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Nenek 62 Tahun Diserang Buaya Saat Wudhu di Sungai Bagendang Sampit

by Redaksi - Tanggal 21-07-2025,   jam 10:30:58
Korban ketika mendapat perawatan medis usai diserang buaya. (FOTO:WARGA) Korban ketika mendapat perawatan medis usai diserang buaya. (FOTO:WARGA)

SB, SAMPIT – Insiden tragis terjadi di perairan Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Senin (21/7/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Seorang nenek berusia 62 tahun menjadi korban serangan buaya saat sedang beraktivitas di pinggir sungai.

Camat Mentaya Hilir Utara, Muslih, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi serangan buaya terhadap warga Desa Bagendang Permai,” ujar Muslih saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan yang diterima, korban diduga tengah mandi dan mengambil air wudhu di tepi sungai saat seekor buaya tiba-tiba muncul dan menyerangnya. Hewan buas itu sempat menyeret korban sejauh 6 meter dari lokasi awal.

"Korban berhasil diselamatkan oleh warga dan langsung dibawa ke Puskesmas MHU. Ia mengalami luka cukup serius di bagian tangan," tambah Muslih.

Sementara itu, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki insiden ini lebih lanjut.

"Saat ini kami masih menelusuri informasi di lapangan. Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar sungai," ujar Muriansyah.

Kejadian ini menambah daftar panjang serangan satwa liar, khususnya buaya, di wilayah perairan Kotawaringin Timur.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tepi sungai, terutama pada pagi atau sore hari yang merupakan waktu aktif buaya. (f1/sb)