Hadiri Gerakan Ayah Teladan, Dina Maulidah: Sepele Tapi Memberikan Kesan Mendalam kepada Anak
SB, MURUNG RAYA - Pagi itu, suasana berbeda terasa di halaman MIS Karya Pembangunan, Murung Raya. Tak seperti biasanya, deretan ayah terlihat menyempatkan diri mengantar anak-anak mereka ke sekolah, mengenakan pakaian rapi, dan ikut serta dalam kegiatan minum susu bersama.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas harian, melainkan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32, yang diusung melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Senin (21 Juli 2025).
Program yang diprakarsai oleh TP-PKK Kabupaten Murung Raya (Mura) ini dirangkai secara khusus untuk membangkitkan kesadaran peran ayah dalam pengasuhan anak.
Turut hadir Wakil Bupati Mura, Rahmanto Muhidin, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Mura, Dina Maulidah Rahmanto, sejumlah pejabat daerah, serta jajaran pengajar dan orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Dina Maulidah menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak.
Sebagai Wakil Ketua I DPRD dan juga seorang ibu, ia menekankan bahwa kehadiran seorang ayah, meski dalam bentuk yang sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, sangat berharga bagi pembentukan karakter anak.
“Saya percaya ketika ayah hadir, meski hanya sebentar di pagi hari, anak akan merasa lebih dicintai dan dihargai,” tuturnya.
Ia mengajak para ayah untuk lebih sering terlibat dalam momen-momen kecil tapi bermakna bersama anak, karena dari sanalah lahir rasa percaya diri dan hubungan emosional yang kuat.
Selain itu, kegiatan minum susu bersama menjadi simbol perhatian terhadap gizi anak. Di tengah angka stunting yang masih menjadi perhatian nasional, gerakan ini diharapkan menjadi pengingat bagi keluarga akan pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi sejak dini.
“Anak yang cukup gizi akan tumbuh jadi anak yang aktif, bahagia, dan siap belajar. Demi masa depan generasi Murung Raya yang sehat,” tegas Dina.
Ia adalah simbol pergeseran paradigma, bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi keduanya, ayah dan ibu, sebagai tim yang saling menguatkan.
Dengan pelibatan aktif para ayah, harapannya adalah tercipta generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kuat secara mental dan emosional. (sb/*)