Lewati ke konten utama
Pemkab Pulang Pisau

Desa Mantaren I Menuju Desa Cantik Sebagai Langkah Nyata Menuju Data Tertata

Redaksi 22-07-2025, 01:21 WIB 2 menit baca
Bupati Kabupaten Pulpis, Ahmad Rifai memberikan piaga Desa Mantaren I sebagai Deda Cantik. (FOTO:DISKOMINFO)
Bupati Kabupaten Pulpis, Ahmad Rifai memberikan piaga Desa Mantaren I sebagai Deda Cantik. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PULANG PISAU – Sebuah langkah strategis untuk membangun desa berbasis data diresmikan di Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Desa ini resmi dicanangkan sebagai Desa Cantik (Cinta Statistik) tahun 2025, dalam sebuah kegiatan sosialisasi yang dihadiri langsung oleh Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i, Selasa (22 Juli 2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pulang Pisau dalam mendukung gerakan Satu Data Indonesia melalui pembinaan desa dalam pengelolaan data statistik yang akurat, konsisten, dan berkualitas.

“Desa Cantik merupakan program pembinaan pengelolaan data statistik desa, agar data yang dihasilkan memiliki standar dan bisa digunakan dalam pengambilan kebijakan dari tingkat lokal hingga pusat,” ujar Kepala BPS Pulang Pisau, Oo Suharto.

Suharto menjelaskan, melalui program ini, desa didorong untuk memiliki kapasitas mandiri dalam mengumpulkan, mengolah, menyajikan, hingga memanfaatkan data statistik. Hal ini penting agar setiap kebijakan pembangunan desa berbasis pada data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai pengampu data statistik nasional, BPS memiliki peran penting dalam membina standar data dan metadata, agar data antar lembaga dapat terhubung dan saling dimanfaatkan, mulai dari tingkat desa hingga ke pemerintah pusat.

Dalam sambutannya, Bupati H Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Desa Mantaren I sebagai desa binaan program Desa Cantik.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran, berbasis pada data yang akurat dan mutakhir,” tegasnya.

Bupati menambahkan, data bukan hanya sekadar angka, tapi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia pun berharap pencanangan ini bukan menjadi acara seremonial semata, tetapi berlanjut menjadi praktik baik yang ditiru oleh desa-desa lainnya.

“Saya harap Desa Mantaren I bisa menjadi model desa yang mampu mengelola data secara mandiri, yang pada akhirnya mendorong percepatan pembangunan dan pelayanan publik yang berkualitas,” tutup Ahmad Rifa’i. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard