Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Kampanyekan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Redaksi 24-07-2025, 05:01 WIB 2 menit baca
Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Herman Yudianto
Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Herman Yudianto

SB,SAMPIT - Membangun generasi hebat tidak dimulai dari lomba prestasi atau segudang piagam penghargaan, melainkan dari hal-hal yang tampak sepele namun bermakna.

Prinsip yang kini kembali ditegaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) lewat kampanye 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Tujuh kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu. Nilai-nilai ini diyakini dapat membentuk karakter anak yang mandiri, sehat, dan produktif sejak usia sekolah.

“Bagian tersulit dari 7 kebiasaan ini bukan pada menghafalnya, tapi menjalankannya dalam rutinitas harian. Anak hebat itu bangun pagi tanpa disuruh, langsung beribadah, tidak begadang, dan paham pentingnya belajar,” kata Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdik Kotim, Herman Yudianto, Kamis (24/7/2025).

Herman menekankan bahwa sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Meski lembaga pendidikan formal punya peran besar, waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah.

Karena itu, dukungan orang tua dinilai sangat krusial untuk menumbuhkan konsistensi dan kesadaran anak dalam menjalankan kebiasaan positif.

“Pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah. Kami hanya mendampingi enam sampai tujuh jam sehari. Sisanya, ada di tangan keluarga. Kalau di rumah tidak didukung, hasilnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena anak-anak yang terbiasa begadang dan malas bergerak sebagai hambatan utama tumbuh kembang. Menurutnya, gaya hidup ini mengganggu kesehatan fisik dan daya konsentrasi anak di sekolah.

“Tubuh sehat dan pikiran segar adalah modal utama untuk belajar dan berkarya. Kalau sejak kecil sudah lemah disiplinnya, sulit membangun masa depan yang tangguh,” tambah Herman.

Disdik Kotim mengapresiasi sekolah-sekolah yang telah mengangkat tema 7 kebiasaan ini dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Herman berharap, kampanye ini tidak berhenti sebagai slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya sekolah yang hidup dan berdampak.

“7 Kebiasaan Anak Hebat ini harus ditanamkan terus-menerus. Mari kita kawal anak-anak kita menjadi generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard