Puluhan Lapak di Pasar Keramat Sampit Masih Kosong, Pedagang Enggan Direlokasi
SB, SAMPIT - Puluhan lapak di Pasar Keramat, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim masih belum terisi. Dari ratusan lapak yang telah disiapkan, tercatat sekitar 68 lapak masih kosong dan belum dimanfaatkan oleh para pedagang.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim, Johny Tangkere, mengungkapkan hingga saat ini belum ada proses relokasi pedagang ke dalam pasar.
“Sampai saat ini belum ada yang direlokasi. Belum ada pedagang ayam, ikan, dan sayuran yang mendaftar untuk berjualan di dalam pasar,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Menurut Johny, pedagang yang sudah berada di dalam pasar mengeluhkan sepinya pembeli, karena banyak konsumen memilih berbelanja di kios atau lapak yang berada di luar pasar.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Kotim berinisiatif menyediakan lapak kosong untuk digunakan oleh pedagang luar yang menjual ayam, ikan, dan sayuran, guna meramaikan kembali aktivitas di dalam pasar.
Namun, sebagian pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Cristopel Mihing dan Suka Bumi Barat menyuarakan penolakan, meski bukan dari kalangan pedagang ayam atau ikan. Mereka memprotes kebijakan relokasi yang dinilai kurang tepat sasaran.
“Kami sudah menyediakan lapak. Kalau ada isu lapak berbayar, itu akan kami tindak lanjuti. Yang jelas, lapak tersebut aman dan sudah diurus sepenuhnya oleh Pemkab Kotim,” tegas Johny.
Terkait keberadaan pedagang yang masih berjualan di tepi jalan, Johny meminta pengurus pasar agar melaporkannya ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) jika dianggap mengganggu ketertiban umum.
“Kami sudah memfasilitasi. Ada 68 lapak kosong yang siap ditempati, namun hingga kini belum ada pedagang yang mendaftar,” pungkasnya. (f1/sb)