seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Siswi Tewas di Seruyan Diduga Bunuh Diri

by Redaksi - Tanggal 16-08-2025,   jam 02:46:23
Jenazah setelah dilakukan autopsi di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO: ISTIMEWA) Jenazah setelah dilakukan autopsi di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Proses autopsi terhadap jenazah siswi kelas 2 SMA berinisial EA, warga Desa Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan, dilakukan di Ruang Jenazah RSUD dr Murjani, Sampit, pada Jumat (15/8/2025) sore.

Berdasarkan antauan jenazah tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.00 dan selesai di autopsi pada pukul 20.15 WIB.

Kasat Reskrim Polres Seruyan, AKP Rahmad Tuah, mengatakan pihaknya mendampingi pelaksanaan autopsi atau eksumasi terhadap korban.

Dugaan sementara, EA meninggal dunia akibat gantung diri.

“Hari ini kami melakukan pendampingan otopsi terhadap saudari berinisial E yang diduga sementara kematiannya karena gantung diri,” ujar AKP Rahmad Tuah, Jumat (15/8/2025).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa hasil autopsi bukan ranahnya untuk disampaikan ke publik.

"Kalau hasil otopsi, saya tidak berwenang menjelaskan karena itu adalah kewenangan dokter forensik. Bahkan, beliau pun kalau ke media biasanya tidak berkenan,” jelasnya.

Menurut Rahmad, laporan tertulis hasil autopsi dari tim forensik diperkirakan akan keluar satu hingga dua minggu ke depan.

Setelah proses autopsi rampung, jenazah akan dimakamkan kembali pada Sabtu (16/8/2025).

Terkait indikasi penyebab kematian selain gantung diri, pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Sejauh ini bocorannya belum ada. Kita masih dalami, apakah sebelumnya korban ada masalah keluarga atau permasalahan lain. Semua masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Saat disinggung mengenai kemungkinan adanya luka lain di tubuh korban, Rahmad menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ada luka lain. Yang terlihat hanya lebam mayat, dan itu normal terjadi sekitar tiga jam setelah seseorang meninggal, baik karena sakit maupun sebab lainnya,” terangnya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian masih meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Kami lakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Kasat Reskrim memastikan keluarga korban sudah mendapatkan penjelasan medis yang lengkap dari dokter forensik.

"Insya Allah keluarga bisa menerima karena sudah ada penjelasan secara ilmiah dan terperinci dari dokter. Sementara ini, keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk mencari penyebabnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, seorang Siswi kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial EA, Kecamatan Seruyan Hulu, Kabupaten Seruyan, ditemukan tewas di rumahnya dengan seutas tali terikat di leher pada Sabtu 9 Agustus 2025 lalu.

Namun, kematian korban terasa menyimpan sejumlah kejanggalan. Keluarga yang awalnya mengikhlaskan kepergian EA sekarang melakukan otopsi pada jasad korban. (f1/sb)