seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Gubernur Kalteng Minta Penanganan Karhutla Dilakukan Bersama dan Terkoordinasi

by Redaksi - Tanggal 28-08-2026,   jam 20:12:46
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Forkopimda Kalteng saat tinjau langsung kondisi Karhutla di Jalan Jendral Sudirman Sampit, Jumat (28/8/22026). FOTO:ABU/SB Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan Forkopimda Kalteng saat tinjau langsung kondisi Karhutla di Jalan Jendral Sudirman Sampit, Jumat (28/8/22026). FOTO:ABU/SB

SB, SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi. Menurutnya, kondisi kemarau dan karhutla yang terjadi saat ini tidak dapat ditangani oleh pemerintah maupun satu pihak saja.

Hal tersebut disampaikan Agustiar saat kegiatan pasar murah dan pelepasan truk bantuan air bersih di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (28/8/2026). 

Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah bersama jajaran TNI dan Polri dalam menangani karhutla sekaligus mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

“Saya minta juga Bupati terus berkomunikasi. Tentunya untuk koordinasi ini harus ada kebersamaan,” kata Agustiar.

Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha dan masyarakat. Upaya pemadaman harus dilakukan secara serentak agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Perlu kebersamaan untuk masalah-masalah begini, tidak bisa dengan sendiri-sendiri. Maka koordinasi ini harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

Agustiar juga mengajak masyarakat untuk terus berusaha secara maksimal sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual dengan berdoa sesuai keyakinan masing-masing. Menurutnya, menghadapi kondisi kemarau panjang membutuhkan usaha lahir dan batin.

Selain itu, Agustiar mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia menyebut hampir seluruh kebakaran yang terjadi saat ini diduga dipicu oleh aktivitas manusia.

“Kalau kita lihat, kebakaran ini akibat ulah manusia hampir 100 persen. Jangan coba-coba membakar lahan. Sudah ada aturan yang melarang,” tegasnyav(f1/sb)