seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Pemkab Mura dan Kemendag RI Bersinergi Tingkatkan Kompetensi SDM Kemetrologian

by Redaksi - Tanggal 28-08-2026,   jam 19:37:45
penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Djatmiko Bris Witjaksono, dengan Bupati Murung Raya, Heriyus, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Djatmiko Bris Witjaksono, dengan Bupati Murung Raya, Heriyus, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).FOTO: ISTIMEWA/SB

SB, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) terus memperkuat tata kelola perdagangan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang kemetrologian.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI), Djatmiko Bris Witjaksono, dengan Bupati Murung Raya, Heriyus, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kesepakatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Murung Raya untuk membangun SDM yang kompeten di bidang kemetrologian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha, khususnya dalam memastikan ketepatan takar, ukur, timbang, dan perlengkapannya.

Kerja sama tersebut diperkuat melalui sinergi dengan Direktorat Metrologi Bandung. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperkuat fungsi pelayanan dan pengawasan kemetrologian di Kabupaten Murung Raya.

Bupati Murung Raya, Heriyus, mengatakan kemetrologian memiliki peran penting dalam memastikan transaksi perdagangan berlangsung secara jujur, akurat, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

“Pemerintah daerah berkomitmen membangun SDM yang kompeten di bidang kemetrologian. Ini penting agar pelayanan dan pengawasan terhadap alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya dapat berjalan optimal serta memberikan rasa adil bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Heriyus.

Menurutnya, peningkatan kompetensi aparatur di bidang kemetrologian diharapkan mampu mendukung pelayanan yang lebih profesional serta memperkuat pengawasan terhadap kegiatan perdagangan di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Murung Raya, Roy Chahyadi, mengatakan penguatan kemetrologian diarahkan untuk meningkatkan tertib ukur sekaligus melindungi konsumen dan pelaku usaha dalam aktivitas perdagangan.

Menurut Roy, penerapan kemetrologian yang baik merupakan bagian penting dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat, transparan, dan berkeadilan. Kepastian ukuran dalam setiap transaksi juga akan mendorong terciptanya hubungan perdagangan yang saling percaya.

“Dengan tertib ukur, kita ingin memastikan konsumen memperoleh haknya dan pelaku usaha mendapatkan kepastian dalam menjalankan usahanya,” ucapnya.

Melalui sinergi dengan Kemendag RI dan Direktorat Metrologi Bandung, Pemkab Murung Raya berharap pengembangan SDM kemetrologian dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga pelayanan dan pengawasan perdagangan semakin optimal.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Murung Raya dalam mewujudkan tata kelola perdagangan yang tertib, transparan, adil, serta memberikan perlindungan bagi masyarakat dan kepastian bagi pelaku usaha. (Ang)