seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Pemdes Mantaren II Gelar MusrenbangDes

by Redaksi - Tanggal 11-01-2023,   jam 10:24:59
Sekcam Kahayan Hilir Endra Setiawan, SP, Kades Mantaren II Anton Supardi saat memimpin MusrenbangDes di Desa Mantaren II, Selasa (10/1/2023). FOTO : KECAMATAN KAHAYAN HILIR

SB, PULANG PISAU - Pemerintah Desa (Pemdes) Mantaren II Kecamatan Kahayan Hilir menggelar acar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MusrenbangDes) tahun 2023.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor desa setempat, Selasa (10/1/2023) dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kahayan Hilir Endra Setiawan, SP, Kades Mantaren II Anton Supardi beserta perangkatnya, Ketua BPD beserta anggota, Ketua RT Desa Mantaren II, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Mantaren II Anton Supardi mengatakan dalam MusrenbangDes ini pihaknya mengusulkan 4 usulan prioritas yang sangat mendesak.

Yakni, pengerasan Jalan Bali sepanjang 1 km, pengerasan jalan Pejuang sepanjang 1 km, pengerasan jalan Pelita sepanjang 3 km dan usulan box culvet sebanyak 3 buah yang berada di Jalan Bali. 

Anton menambahkan, usulan prioritas yang disampaikan dalam MusrenbangDes tersebut merupakan akses yang sangat vital. 

"Selain akses jalan penghubung antar RT. Juga jalan alternatif untuk anak sekolah menuju SMP, MTS dan juga Pesantren, " kata Anton menjelaskan.

Ia berharap usulan prioritas dalam MusrenbangDes tersebut dapat terealisasi dengan baik pada tahun 2024 mendatang. 

"Karena dengan terbangun infrastruktur jalan penghubung tersebut bisa meminimalisir dan mengurangi laka lantas. Karena pada saat berangkat dan pulang sekolah anak tidak harus melewati jalan raya," pungkasnya.

Anton Supardi menambahkan Desa Mantaren II menurut sejarah merupakan cikal bakalnya Trans pertama di Kalimantan Tengah.

Pasalnya kata Anton, sekitar tahun 1957 dijadikan Transmigrasi pertama. Yakni Transmigrasi Veteran. Kemudian disusul Transmigrasi umum pada tahun 1968 dan 1973.

"Desa Mantaren II juga merupakan salah satu desa wajah kota Kabupaten Pulang Pisau. Karena wilayahnya yang terletak di sebagian Jalan Trans Kalimantan," tutup Anton Supardi. (dm)