Kodim Gumas Resmi Berdiri, Wabup: Memperkuat Sinergi Dalam Pembangunan
SB, KUALA KURUN – Kabupaten Gunung Mas resmi memiliki Komando Distrik Militer (Kodim) sendiri setelah diresmikannya Kodim 1018/Gunung Mas (GMS) oleh Danrem 102/Panju Panjung, Brigjen TNI Wimoko dalam upacara yang berlangsung di Kota Kuala Kurun, Selasa (19/8/2025).
Peresmian ini sekaligus mengakhiri masa ketergantungan wilayah Gunung Mas yang sebelumnya berada di bawah komando Kodim 1016/Palangka Raya.
Kedatangan Brigjen Wimoko bersama jajaran disambut dengan prosesi adat potong pantan, tradisi khas masyarakat Dayak sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu kehormatan. Acara dilanjutkan dengan pelantikan Letkol Inf. Akhmad Rahmatullah sebagai Komandan Kodim (Dandim) pertama di Kabupaten Gunung Mas.
Dalam sambutannya pada sesi ramah tamah di GPU Damang Batu, Brigjen TNI Wimoko menyampaikan rasa syukur atas berdirinya Kodim 1018/GMS yang telah lama dinantikan masyarakat dan pemerintah daerah.
“Saya berharap hadirnya Kodim ini dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta bersinergi dengan kepolisian dalam menciptakan suasana aman dan kondusif,” ujar Brigjen Wimoko.
Ia juga menekankan bahwa meski fasilitas dan infrastruktur saat ini masih terbatas, Kodim 1018/GMS akan terus dilengkapi secara bertahap demi menunjang pelaksanaan tugas dan kenyamanan para prajurit.
Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia LP Umbing, yang hadir mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas berdirinya Kodim 1018/GMS.
“Selamat datang kepada Dandim 1018 Gunung Mas, Letkol Inf. Akhmad Rahmatullah beserta ibu. Mari kita bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi untuk memajukan Kabupaten Gunung Mas yang kita cintai ini,” ujarnya.
Efrensia juga menyampaikan penghargaan kepada Kodim 1016/Palangka Raya, khususnya kepada Letkol Inf Jimmy Hutapea dan Pabung Gunung Mas, Letkol Inf M Abadi, atas peran penting mereka dalam menjaga situasi keamanan selama masa transisi.
Dengan berdirinya Kodim 1018/Gunung Mas, diharapkan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung stabilitas keamanan serta percepatan pembangunan di wilayah tersebut. (sb/*)