Lewati ke konten utama
Provinsi

Polda Kalteng Gunakan Cairan Surfaktan Padamkan Karhutla, Suhu Api Hitungan Detik Turun

Redaksi 08-09-2026, 17:39 WIB 1 menit baca
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan menguji coba langsung penggunaan cairan surfaktan yang digunakan Polda Kalsel untuk memadamkan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan menguji coba langsung penggunaan cairan surfaktan yang digunakan Polda Kalsel untuk memadamkan karhutla. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Upaya menjinakkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Palangka Raya mendapat terobosan. Di kawasan Petuk Katimpun, Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menguji penggunaan cairan surfaktan khusus untuk mempercepat pemadaman sekaligus menekan suhu titik api.

Hasilnya cukup mencolok. Titik api yang semula memiliki suhu di atas 100 derajat Celsius dapat ditekan hingga hanya 10–20 derajat Celsius dalam waktu kurang dari satu menit setelah disemprot menggunakan cairan tersebut.

Metode ini menjadi bagian dari operasi pembasahan yang dilakukan untuk mengendalikan area terdampak karhutla. Kecepatan penurunan suhu menjadi faktor penting dalam mencegah bara kembali memicu munculnya api.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan strategi yang mampu bergerak cepat di lapangan. Karena itu, penggunaan surfaktan dipadukan dengan operasi pemadaman dan pembasahan yang dilakukan personel.

Tak hanya mengandalkan sumber daya dari Kalteng, operasi tersebut juga diperkuat dukungan dari Polda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sebanyak 1.000 liter cairan surfaktan dikirim Polda Kalsel untuk membantu memperkuat penanganan karhutla di wilayah Kalteng.

“Sebanyak 1.000 liter cairan surfaktan dikirimkan sebagai bentuk bantuan dari Polda Kalsel untuk memperkuat upaya pemadaman di Kalteng,” ujar Iwan, Selasa (8/9/2026).

Bagi kepolisian, dukungan lintas wilayah menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla yang membutuhkan pengerahan personel, peralatan, dan material dalam jumlah besar.

Iwan menegaskan, koordinasi dengan polda-polda lain di wilayah yang terdampak karhutla akan terus ditingkatkan. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat respons terhadap kebakaran lahan di Kalimantan semakin cepat dan efektif.

“Sinergi antar-polda melalui kombinasi operasi pemadaman diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penanganan karhutla di Kalimantan,” tegasnya.

Penggunaan surfaktan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan karhutla kini tidak hanya berpacu dengan luasnya lahan yang terbakar, tetapi juga dengan kecepatan mendinginkan titik-titik panas sebelum kembali memicu kebakaran. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard