Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Karhutla di Kotim Makin Serius, 112 Personel TNI Turun Padamkan Siang Malam

Redaksi 08-09-2026, 17:47 WIB 2 menit baca
Wabup Kotim, Irawati ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Wabup Kotim, Irawati ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat suntikan kekuatan. Sebanyak 112 personel TNI bersama 10 unit kendaraan pemadam diterjunkan untuk memburu titik api hingga malam hari.

Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan, seluruh armada dan personel tersebut merupakan bantuan TNI yang kini sudah berada di Kotim.

“Bantuan dari TNI sudah datang. Kendaraan dan personelnya dari mereka, bukan dari pemerintah daerah,” kata Irawati, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, kekuatan tambahan itu tidak hanya difokuskan di Sampit. Sejumlah kendaraan dan personel akan ditempatkan di wilayah yang membutuhkan penanganan, seperti MHS, MHU dan Kecamatan Kota Besi.

“Untuk Sampit ada tujuh unit. Mereka kita tempatkan di Aula Dinas Pertanian dan fokus bekerja malam hari,” ujarnya.

Skema penanganan pun dibagi. Pada siang hari, karhutla ditangani BPBD, Damkar, Kodim, Polres bersama pihak perusahaan. Memasuki malam, personel TNI mengambil alih pemadaman.

“Mulai sekitar pukul 20.00 WIB, mereka yang turun. Yontpes bersama Kodim dan Korem yang menangani malam hari,” jelas Irawati.

Dengan pola tersebut, pemerintah daerah tidak lagi meminta ASN berjaga hingga malam. Personel BPBD, Damkar maupun OPD yang ditugaskan cukup bekerja sampai pukul 18.00 WIB.

“ASN harus tetap menjalankan tugas kedinasan dan administrasi. Jadi malam hari penanganannya diperkuat oleh TNI,” katanya.

Irawati menyebut kekuatan TNI mencapai 112 personel. Mereka datang bersama kendaraan pemadam dan langsung bekerja setelah tiba di Kotim.

“Personelnya sekitar 112 orang. Mobil dari mereka, personel dari mereka, dan mereka yang bekerja untuk malam,” ungkapnya.

Namun, pemerintah daerah tetap menyiapkan personel cadangan. Jika titik api bertambah dan penanganan membutuhkan kekuatan lebih besar, BPBD dan Damkar akan kembali turun pada malam hari.

“Kalau titik apinya banyak, BPBD dan Damkar tetap ikut. Malam tadi saja mereka turun karena memang diperlukan,” tegasnya.

Bantuan TNI tersebut tiba di Kotim sejak Jumat malam. Setelah langsung bergerak di lapangan, pembagian wilayah dan tugas selanjutnya dievaluasi melalui posko yang dipimpin Dandim bersama tim terkait.

“Begitu tiba, mereka langsung bekerja. Setelah itu kita evaluasi lagi untuk penugasan di lapangan,” pungkas Irawati. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard