Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Bupati Lamandau Kukuhkan Pengurus Baru BWI Priode 2025-2028 dan Buka Pelatihan Nadzir

Redaksi 18-09-2025, 11:09 WIB 1 menit baca
Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra foto bersama setelah secara resmi mengukuhkan pengurus baru Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lamandau Priode 2025-2028 sekaligus membuka pelatihan nadzir di gedung aula Bapedalitbang, pada Kamis (18/9/2025). FOTO: BAYU/SB
Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra foto bersama setelah secara resmi mengukuhkan pengurus baru Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lamandau Priode 2025-2028 sekaligus membuka pelatihan nadzir di gedung aula Bapedalitbang, pada Kamis (18/9/2025). FOTO: BAYU/SB

SB, NANGA BULIK– Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra, secara resmi mengukuhkan pengurus baru Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Lamandau Priode 2025-2028 sekaligus membuka pelatihan nadzir. Kegiatan ini dinilai memiliki arti penting dalam upaya pengelolaan wakaf agar dapat memberikan manfaat nyata bagi umat di gedung aula Bapedalitbang, pada Kamis (18/9/2025). 

Dalam sambutannya, Bupati Rizki menegaskan bahwa tugas yang diemban pengurus BWI maupun nadzir bukanlah tugas ringan, Mereka dipercaya untuk mengelola amanah umat dengan penuh tanggung jawab, profesional, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan.

"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pengurus BWI Lamandau yang baru dikukuhkan agar dapat menjalankan amanah ini dengan penuh keikhlasan, integritas, dan profesionalitas. Kelola aset wakaf dengan baik, transparan, dan akuntabel, sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi umat," tegasnya.

Bupati juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lamandau menyambut baik langkah BWI ini karena program wakaf yang dikelola dengan baik sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni membangun masyarakat Lamandau yang sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.

Lebih lanjut, Rizki mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Lamandau untuk mendukung program BWI dengan cara ikut berwakaf sesuai kemampuan.

"Tidak harus besar, karena wakaf sekecil apapun bila dikelola secara kolektif akan menjadi kekuatan besar untuk pembangunan umat," pungkasnya.

Acara pengukuhan dan pelatihan nadzir ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di Kabupaten Lamandau. (BY/SB)

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard