Lewati ke konten utama
Provinsi

Gubernur Usir Puluhan Utusan Perusahaan di Rakor PAD 2025 Kotim

Redaksi 20-09-2025, 02:04 WIB 1 menit baca
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika memimpin Rakor optimalisasi pendapatan daerah di Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran ketika memimpin Rakor optimalisasi pendapatan daerah di Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran tampak marah dan kecewa lantaran banyak direktur perusahaan yang diundang tak hadir dalam rapat koordinasi (rakor) optimalisasi pendapatan daerah di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat (19/9/2025) malam.

"Kalau yang hadir bukan direkturnya atau hanya urusan perusahaan silahkan bisa keluar dari gedung ini," tegas Agustiar.

Ia mengatakan, dari 65 perusahaan di wilayah Kotawaringin Timur dan Seruyan yang diundang, hanya enam direktur yang hadir.

”Sebenarnya saya malas menyampaikan hal ini. Tapi, saya lihat direktur yang hadir hanya enam perusahaan dari 65 perusahaan yang diundang. Tidak sampai 40 persen," ujarnya.

Gubernur menegaskan, undangan ditujukan kepada direktur, bukan untuk diwakilkan. Baginya, ketidakhadiran pimpinan perusahaan sama saja dengan tidak menghormati pemerintah.

”Saya datang ke sini selaku Gubernur Kalteng. Sekali lagi, yang merasa bukan direktur, keluar dari sini," tegas Agustiar.

Dalam rakor yang membahas upaya mendongkrak pendapatan daerah demi percepatan pembangunan, Agustiar meminta perusahaan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kalteng.

Sementara itu Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pengusiran utusan yang bukan direktur utama perusahaan ini merupakan bentuk komitmen kita bagaimana meningkatkan harkat martabat kita di daerah.

"Undangan itu ditujukan oleh direktur utama tapi yang hadir perawakikan perusahaan. Maka Gubernur kita mengusir puluhan orang utusan perusahaan tadi malam. Yang diminta itu Direktur Utamanya bukan perwakilan," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard