PT Sawit Lamandau Raya Akan Realisasikan Penuh Plasma 500 Hektare Bagi 6 Desa Pada 2026
SB, NANGA BULIK– PT Sawit Lamandau Raya (SLR) memastikan akan merealisasikan pembangunan kebun plasma seluas 500 hektare bagi Enam desa di wilayah Kecamatan Lamandau pada tahun 2026 mendatang.
Kepastian tersebut merupakan hasil rapat tindak lanjut pembahasan progres pembangunan kebun plasma atau kemitraan antara PT SLR dengan masyarakat Desa Tanjung Beringin, yang digelar di Aula Kantor Bupati Lamandau, pada Senin (6/10/ 2025).
Dalam rapat tersebut, disepakati bersama pihak perusahaan dan warga Desa Tanjung Beringin sejumlah poin penting, di antaranya:
1. Kompensasi sebesar Rp3 miliar akan diberikan kepada masyarakat lokal.
2. Kompensasi tersebut dibagikan kepada 300 warga yang telah diverifikasi oleh tim Yudi Gunawan, dengan pengawasan langsung dari Pemerintah Kecamatan Lamandau serta Pemerintah Kabupaten Lamandau.
3. Masyarakat menyepakati bahwa tidak akan ada lagi aksi di lapangan terkait plasma maupun kompensasi.
4. Pembangunan kebun plasma akan dimulai tahun 2026, difasilitasi dan diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Lamandau.
5. Pembagian kompensasi dijadwalkan pada akhir Oktober 2025 melalui PT BPR Sampuraga Cemerlang Perseroda di Nanga Bulik. Warga diwajibkan hadir secara langsung, sedangkan bagi yang sakit atau lansia dapat diwakilkan dengan surat kuasa resmi.
Manajemen PT SLR, Thomson Siagian, SE., M.Ak, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen menuntaskan kewajiban kepada masyarakat dan berharap tidak ada lagi hambatan di lapangan.
"Sisa hasil produksi sebelumnya sudah kami siapkan sesuai hak masyarakat. Hanya saja, dalam prosesnya sempat terjadi polemik. Sebagian masyarakat sudah memahami dan setuju. PT SLR akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat sekitar, dan harapan kami ke depan tidak ada lagi portal-portal yang menghambat aktivitas perkebunan," ujarnya.
Thomson juga menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan bibit kelapa sawit siap tanam untuk mendukung realisasi plasma tahun depan.
"Perusahaan sebenarnya sudah mulai merealisasikan, hanya belum sepenuhnya. Bibit sudah siap, dan Insya Allah tahun depan plasma di enam desa bisa terealisasi semua," tambahnya.
Sementara itu, Bima, salah satu perwakilan warga Desa Tanjung Beringin, menyambut baik hasil kesepakatan tersebut.
"Kami berharap plasma benar-benar dibangun dan kompensasi segera diterima masyarakat," ungkapnya.
Langkah PT Sawit Lamandau Raya ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan antara perusahaan dan masyarakat, serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga desa sekitar wilayah operasional perkebunan. (BY/SB)