Warga Keluhkan Kemacetan dan Drainase Kurang Optimal di Sampit
SB, SAMPIT - Delapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) I melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Rabu (15/10/2025).
Adapun anggota dewan yang hadir dalam kegiatan ini yaitu Supriyanto, Angga Aditya Nugraha, Riskon Fabiansyah, Muhammad Idi, M Kurniawan Anwar, Cindy Maulidtika, Modika Latifah, dan M Ramadhana Rahman.
Dalam reses tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Suprapto akibat antrean kendaraan pengisi BBM, genangan air di sejumlah ruas jalan kota Sampit saat hujan deras akibat drainase yang tidak optimal, serta kurangnya area parkir yang memadai, khususnya di pusat kota.
Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Muhammad Idi, menyatakan bahwa pertambahan penduduk di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang hampir mencapai 100 ribu jiwa menuntut adanya penataan lalu lintas yang lebih baik.
“Jalan Suprapto menjadi titik rawan karena sering dijadikan lokasi antrean kendaraan yang menunggu BBM. Ini menyebabkan kemacetan, terutama di jam sibuk. Kami minta petugas segera menertibkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masalah ini sudah berlangsung sejak tiga hingga empat tahun terakhir, dan perlu penanganan serius. DPRD berkomitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat dengan melibatkan Forkopimda dalam penanganannya.
Sementara itu, anggota DPRD lainnya, M Kurniawan Anwar, menyoroti kondisi drainase perkotaan yang kerap menyebabkan banjir lokal di beberapa titik.
“Drainase perlu dibenahi agar tidak terus-menerus menimbulkan genangan. Kami mendorong pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan ini,” ujar Kurniawan.
Ia juga menekankan pentingnya penataan area parkir, agar tidak mengganggu aktivitas warga, terutama pada jam-jam sekolah.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar disiapkan lokasi parkir khusus demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” pungkasnya. (f1/sb)