Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Dukung Penguatan SDM Usia Dini, Disdikbud Lamandau Hadiri FGD Kajian Kebijakan Berbasis Bukti

Redaksi 30-10-2025, 12:18 WIB 1 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau Abdul Kohar menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kebijakan Berbasis Bukti dalam bidang PKK, Posyandu, dan PAUD yang digelar pada Rabu (29/10/2025). FOTO: HUMAS DIKBUD
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau Abdul Kohar menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kebijakan Berbasis Bukti dalam bidang PKK, Posyandu, dan PAUD yang digelar pada Rabu (29/10/2025). FOTO: HUMAS DIKBUD

SB, NANGA BULIK – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamandau Abdul Kohar menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kebijakan Berbasis Bukti dalam bidang PKK, Posyandu, dan PAUD yang digelar pada Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesia Riset Science Development Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lamandau.

FGD yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, menjadi ruang strategis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.

Melalui diskusi tersebut, para peserta menyepakati komitmen bersama untuk mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kabupaten Lamandau, antara lain Wajar PAUD 1 Tahun Pendidikan Prasekolah, peningkatan kualifikasi Guru PAUD minimal S1, penguatan sarana dan prasarana PAUD, serta Gerakan Orang Tua Sadar PAUD.

Selain itu, turut ditegaskan dukungan terhadap program pendukung seperti Kartu PELUK (Pelayanan Edukasi untuk Anak Usia Dini) dan Pelita Bunda Lamandau, sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Lamandau.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lamandau Abdul Kohar menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan dukungan riset berbasis bukti menjadi kunci dalam memperkuat kebijakan pembangunan SDM daerah. 

"Harapannya, hasil FGD ini dapat menjadi acuan dalam memperkuat kebijakan pendidikan anak usia dini di Lamandau secara berkelanjutan," ujarnya. (BY/SB)

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard