Lewati ke konten utama
HUKUM

Pemilik Warung Makan Jawa Timur Bu Sugeng di Palangka Raya Jadi Korban Hipnotis

Redaksi 30-10-2025, 03:20 WIB 2 menit baca
Tangkapan layer CCTV ketika korban bersama istri mengobrol dengan pelaku hipnotis. (FOTO:ISTIMEWA)
Tangkapan layer CCTV ketika korban bersama istri mengobrol dengan pelaku hipnotis. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Pemilik Warung Makan Jawa Timur Bu Sugeng di Jalan Putri Junjung Buih Induk, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, menjadi korban dugaan tindak hipnotis.

Kasus ini viral di media sosial setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian beredar luas.

Pelaku berpura-pura memesan makanan sebanyak 65 bungkus untuk anak-anak yatim piatu di salah satu pondok pesantren di Jalan G. Obos. Ia memesan dengan harga Rp25.000 per porsi, sambil mengajak pemilik warung berbincang selama sekitar satu jam setengah.

Dalam percakapan tersebut, pelaku menanyakan apakah orang tua pemilik warung masih hidup. Saat korban menjawab bahwa keduanya telah meninggal dunia, pelaku kemudian berkata bahwa cara terbaik untuk membalas budi kepada orang tua adalah dengan menghibahkan Al-Qur’an ke masjid atau pesantren.

Karena percaya dan merasa tersentuh, korban pun setuju untuk “menyumbang” enam buah Al-Qur’an senilai Rp990.000.

“Saat itu dia membacakan doa-doa dan menulis huruf Arab yang saya tidak mengerti, katanya sebagai syarat. Uang tadi dibungkus olehnya. Kemudian dia meminta uang itu takutnya saya salah beli Al-Qur’an, tapi saya tidak mau. Akhirnya kami berangkat bersama naik sepeda motor miliknya,” ujar korban, Sugeng Prayetno, Kamis (30/10/2025).

Sugeng menambahkan, sepanjang perjalanan pelaku terus berbicara tanpa henti. Ia mengaku hanya mengiyakan semua ucapan pelaku tanpa menyadari bahwa sedang dipengaruhi.

Setibanya di depan masjid dekat RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, pelaku meminta korban mengambil air wudhu terlebih dahulu agar “syarat doa untuk orang tua terkabul”.

“Setelah ambil air wudhu, saya sadar pelaku sudah tidak ada. Motornya juga hilang. Uang yang saya simpan di saku pun lenyap, saya tidak tahu kapan dia mengambilnya,” jelas Sugeng.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 12.20 WIB. Pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor tanpa helm. Saat kejadian, korban sedang berada di warung bersama istrinya dan satu orang lainnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar, sementara pihak kepolisian diharapkan segera mengusut dugaan tindak kejahatan tersebut. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard