APBD Menurut, Pemkab Kotim Diminta Tetap Jaga Kestabilan Ekonomi
SB, SAMPIT - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 mengalami penurunan menjadi Rp1,9 triliun, DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan pemerintah daerah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi.
Anggota Komisi I DPRD Kotim, Muhammad Kurniawan Anwar, mengatakan, kondisi ini menuntut pemerintah untuk bekerja lebih efisien tanpa mengorbankan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
"Efisiensi memang perlu dilakukan, tapi jangan sampai menghambat pembangunan dan menurunkan daya beli masyarakat,” kata Kurniawan, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, penurunan APBD akan berimbas pada penyesuaian anggaran di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Karena itu, arah kebijakan harus tetap berpihak pada masyarakat dan sektor produktif yang mampu menjaga perputaran ekonomi daerah.
Ia menyoroti pentingnya peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam membantu pemerintah menjaga ketahanan ekonomi.
Ia menilai, BUMD perlu lebih aktif menciptakan inovasi dan membuka bidang usaha baru yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“BUMD harus bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, tidak hanya menunggu instruksi. Mereka harus proaktif menangkap peluang yang bisa memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.
Selain itu,perlunya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting agar roda ekonomi tetap berputar dan masyarakat tetap sejahtera,” tegasnya.
Ia berharap meski terjadi pengurangan anggaran, pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kotim tetap menjadi prioritas utama agar keseimbangan ekonomi daerah tetap terjaga. (f1/sb)