Lewati ke konten utama
Pemkab Lamandau

Tampilkan Luha Khas Tiap Desa, Bupati Lamandau Harap Masuk Kembali Kalender KEN

Redaksi 12-11-2025, 04:37 WIB 1 menit baca
Peserta menampilkan luha (topeng) khas dari masing-masing desa pada ajang Festival Babukung 2025 yang digelar di Alun-Alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.
Peserta menampilkan luha (topeng) khas dari masing-masing desa pada ajang Festival Babukung 2025 yang digelar di Alun-Alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau.

SB, NANGA BULIK – Sejumlah peserta menampilkan luha (topeng) khas dari masing-masing desa pada ajang Festival Babukung 2025 yang digelar di Alun-Alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau. Penampilan unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang memadati area festival. Minggu (9/11/2025). 

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan harapannya agar Festival Babukung kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

"Sebelumnya Festival Babukung sempat masuk dalam kalender KEN, namun kemudian terhenti karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Tahun ini, dengan semangat baru, kita ingin Babukung kembali menjadi bagian dari KEN," ujar Bupati.

Menurutnya, Festival Babukung memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata budaya di Kalimantan Tengah.

"Promosi dan pengembangan festival ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan menarik minat wisatawan," lanjut Rizky.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha dalam memperkuat promosi budaya lokal. “Ini akan menjadi perhatian kami ke depan. Harapan kami besar, agar Festival Babukung bisa kembali masuk KEN dan menjadi satu-satunya Festival Budaya Dayak Tomun di Indonesia," tegasnya.

Ia menambahkan, jika Festival Babukung kembali masuk dalam kalender KEN, maka hal tersebut akan memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata daerah sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Festival Babukung sendiri dikenal sebagai warisan budaya suku Dayak Tomun yang menampilkan berbagai pertunjukan topeng tradisional (luha), tarian adat, serta ritual-ritual sakral yang menggambarkan kekayaan budaya Lamandau. (BY/SB)

 

 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard