Wakil Ketua DPRD Kotim Sayangkan Rendahnya Kehadiran Kades dalam Sosialisasi Pencegahan Narkoba
SB, SAMPIT – Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah, menyesalkan rendahnya tingkat kehadiran kepala desa (kades) dan lurah dalam kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba serta tes urine yang digelar di DPRD Kotim, Senin (17/11/2025).
Menurut Juliansyah, aparatur desa adalah perpanjangan tangan pemerintah di tingkat bawah dan harus menjadi contoh bagi masyarakat, terutama dalam pemberantasan narkoba.
“Sangat disayangkan karena kades banyak yang tidak hadir, entah karena informasi atau ada agenda lain. Padahal ini pertemuan penting,” ujar Juliansyah, Rabu (19/11/2025).
Ketua DPC Gerindra Kotim ini menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, sehingga seluruh unsur pemerintahan, termasuk pemerintah desa, wajib ikut mengawal.
Juliansyah menambahkan, tes urine yang melibatkan kades, camat, dan lurah merupakan bagian dari penguatan pengawasan hingga tingkat desa. Aparatur desa dianggap pihak yang paling dekat dengan kondisi masyarakat, sehingga keberadaan mereka menentukan keberhasilan pencegahan narkoba di kampung masing-masing.
“Dengan kolaborasi ini, mereka diberi kewenangan untuk mengawasi, memantau, dan melaporkan ke BNNK jika ada dugaan peredaran narkoba di desa. Dengan sinergi sampai ke tingkat desa, ini jadi kebaikan kita semua,” jelasnya.
Kotim memiliki 168 desa, dan Juliansyah menekankan bahwa jika seluruh perangkat desa aktif bergerak, persoalan narkoba akan lebih mudah ditangani. Ia menyesalkan banyak kades yang absen pada pertemuan ini, yang menjadi satu-satunya forum untuk membahas pemberantasan narkoba secara menyeluruh.
Hasil tes urine peserta, jika ada yang positif, akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang untuk diproses sesuai ketentuan. (f1/sb)