seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Kasatlantas Kotim Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas, Pelanggaran Dominan Sepeda Motor

by Redaksi - Tanggal 25-11-2025,   jam 07:16:46
Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto

SB, SAMPIT – Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan berkendara, khususnya penggunaan helm saat mengendarai sepeda motor.

Imbauan tersebut disampaikan Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, dalam rangkaian pelaksanaan Operasi Zebra Telabang 2025 yang saat ini tengah berlangsung.

“Kalau naik motor harus menggunakan helm, karena kalau terjadi apa-apa helm itu melindungi. Jadi himbauannya tetap sama, ayo bersama-sama kita tertib berlalu lintas, dan kesadaran itu harus muncul dari diri sendiri,” ujar Hariyanto, Selasa (25/11/2025).

Ia menyebut sejak awal pelaksanaan operasi, penindakan sudah berjalan baik melalui penegakan hukum elektronik (ITE) seperti kamera ETLE maupun pemeriksaan manual di lapangan.

“Kalau ETLE ada, setelah terekam ETLE langsung kita tindak. Ada beberapa kendaraan yang sudah ditindak, datanya ada. Nanti pada akhir operasi seluruh data akan kita jumlahkan,” jelasnya.

Menurut Hariyanto, pelanggaran yang paling banyak ditindak berasal dari pengendara sepeda motor roda dua.

Beberapa jenis pelanggaran yang dinilai paling berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan antara lain tidak menggunakan helm, membawa penumpang lebih dari dua orang, melakukan pelanggaran yang terekam kamera ETLE, serta menggunakan kelengkapan kendaraan yang tidak standar.

“Kita lebih mengedepankan penindakan secara elektronik. Penindakan manual tetap ada, tetapi fokus kita pada sistem elektronik karena lebih efektif,” tuturnya.

Selain memberikan sanksi, petugas juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Pengendara yang kedapatan menggunakan kelengkapan tidak standar diminta segera melakukan perbaikan atau penggantian.

“Kita melakukan penindakan sekaligus edukasi. Kalau ada yang tidak sesuai standar, silakan diganti. Keselamatan tetap yang utama,” pungkas Hariyanto. (f1/sb)