Tampak buaya muncul di Sungai Cempaga
SB, SAMPIT – Warga yang bermukim di bantaran Sungai Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, dibuat resah akibat sering munculnya seekor buaya dalam beberapa hari terakhir di sekitar permukiman mereka. Kehadiran satwa liar tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak yang masih sering mandi dan bermain di tepi sungai.
Selvia, warga Desa Cempaka Mulia Barat, mengatakan kemunculan buaya ini sebenarnya sudah terjadi cukup lama.
“Sudah hampir setahun kemunculan buaya ini, tapi tidak tiap hari. Dalam seminggu kadang dua atau tiga kali muncul,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, buaya tersebut lebih sering terlihat pada malam hari ketika kondisi air sungai sedang tenang. Warga menduga hewan itu naik ke permukaan untuk beristirahat.
“Kalau malam orang lewat kadang kelihatan. Seawakan berjemur naik ke permukaan,” katanya.
Dari pengamatan warga, ukuran buaya diperkirakan lebih dari satu meter. “Lumayan besar ukurannya, kira-kira lebih dari satu meter,” jelasnya.
Meski belum pernah terdengar adanya serangan, kekhawatiran warga tetap tinggi. Anak-anak masih sering mandi, mencuci, dan bermain di sekitar sungai pada sore hari.
“Anak-anak mandi di sini juga kadang. Jadi was-was lah kami,” tambah Selvia.
Warga berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau instansi terkait segera melakukan pemantauan untuk mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa.
Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengakui bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kemunculan buaya tersebut. Namun ia membenarkan telah melihat informasi kemunculan buaya melalui media sosial.
“Kami telah melihat adanya buaya di medsos tadi siang,” ujarnya.
Muriansyah mengimbau warga agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada malam hari.
“Usahakan jangan memelihara ternak di atas atau tepi sungai, jangan membuang bangkai binatang ke sungai, dan jangan berusaha menangkap buaya karena sangat berbahaya,” tegasnya. (f1/sb)