seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Granat Diduga Aktif Ditemukan di Barak Kosong, Jibom Brimob Kalteng Lakukan Pemusnahan

by Redaksi - Tanggal 03-12-2025,   jam 12:56:32
Personel kepolisian dari Brimob Polda Kalteng memusnahkan granat, Selasa (2/12/2025). (FOTO:ISTIMEWA) Personel kepolisian dari Brimob Polda Kalteng memusnahkan granat, Selasa (2/12/2025). (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Sebuah granat yang diduga masih aktif ditemukan di sebuah barak kosong di Jalan Kembali No 4, Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kota Sampit. Temuan pada Senin (1/12/2025) tersebut sempat membuat warga sekitar panik, mengingat bangunan itu sudah lama tidak ditempati.

Benda berbahaya itu pertama kali ditemukan oleh anak dari pemilik barak, Muji (52), saat bermain di dalam bangunan yang lama tak terawat. Di salah satu lemari, sang anak melihat bungkusan plastik berisi granat yang masih utuh. Menyadari risiko berbahaya, Muji segera mengamankan temuan tersebut ke rumahnya dan melapor ke Polsek Ketapang.

Mendapat laporan, pihak kepolisian langsung menghubungi Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalteng. Sekitar pukul 22.30 WIB, tim yang dipimpin Briptu Muhammad Tri Saputra bersama Bharada Adi Rukman tiba di lokasi dan melakukan sterilisasi area sebelum mengevakuasi granat tersebut.

Proses pengangkutan berjalan aman tanpa memicu kepanikan lanjutan. Granat kemudian dibawa ke Mako Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng untuk dimusnahkan melalui prosedur dispossal.

Pemusnahan berlangsung dengan standar keamanan ketat dan berjalan lancar pada Selasa (2/12/2025) pagi.

Komandan Batalyon B Pelopor, Kompol Tri Wibowo, mengungkapkan apresiasinya terhadap respons cepat warga yang segera melapor saat menemukan benda mencurigakan.
“Laporan cepat dari warga sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih besar. Kami mengimbau agar setiap temuan berbahaya segera disampaikan kepada aparat,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Sementara itu, Dansatbrimob Polda Kalteng, Kombes Pol Irwan Jaya, menegaskan bahwa setiap penanganan bahan peledak dilakukan secara profesional demi menjamin keamanan masyarakat.

“Setiap informasi mengenai benda berbahaya akan kami tindaklanjuti dengan serius. Kesigapan anggota di lapangan adalah komitmen kami menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat,” tegasnya. (rk/sb)