Lewati ke konten utama
Provinsi

Apel Kasatwil Polda Kalteng Resmi Ditutup, Tekankan Transformasi Polri dan Penguatan Etika Humanis

Redaksi 08-12-2025, 09:52 WIB 1 menit baca
Usai penutupan Apel Kasatwil dilaksanakan foto bersama. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Usai penutupan Apel Kasatwil dilaksanakan foto bersama. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA - Rangkaian Apel Kasatwil Jajaran Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh pejabat utama Polda, para Kapolres, Kabagops, Kasat, serta Kapolsek jajaran, resmi berakhir.

Penutupan kegiatan ditandai melalui upacara yang dipimpin Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Dr Rakhmad Setyadi mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan. Acara berlangsung di Lapangan Barigas, Mapolda Kalteng, pada Minggu (7/12/2025).

Dalam amanatnya, Wakapolda menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan apel difokuskan pada upaya untuk memperkuat Transformasi Polri menuju tata kelola organisasi yang lebih profesional, modern, dan humanis.

“Fokus dari Apel Kasatwil tingkat Polda ini adalah memberikan materi-materi Transformasi Polri kepada para Kabagops, Kasat, dan Kapolsek di jajaran Polda Kalteng,” ujar Brigjen Rakhmad.

Ia menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut adalah membentuk karakter personel Polri agar semakin mengedepankan nilai-nilai Bhayangkara sebagai Polisi penolong dan berorientasi pada pelayanan.

“Harapan terbesar dari kegiatan ini adalah mewujudkan nilai-nilai Bhayangkara sebagai sosok Polisi penolong masyarakat. Bukan sekadar penegak aturan, itu poin utamanya,” jelasnya.

Selama tiga hari, para peserta menerima berbagai materi pembinaan yang difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis dan etika pelayanan di lapangan.

Materi tersebut meliputi pembinaan Rohani, pelatihan public speaking, peningkatan profesionalitas dalam pelayanan, serta pemahaman dinamika tugas dan situasi di lapangan

Wakapolda menegaskan bahwa materi tersebut dirancang agar seluruh personel mampu merespons berbagai kondisi dengan cara yang baik, profesional, dan humanis.

“Inti orientasinya satu, yaitu bagaimana melayani masyarakat dengan baik dan humanis,” tegasnya.

Sebagai penutup kegiatan, turut digelar peragaan penanganan dan pengamanan situasi aksi unjuk rasa oleh para personel. Dalam demonstrasi tersebut, personel mempraktikkan berbagai taktik dan strategi menghadapi potensi kerawanan, mulai dari tahap pengamanan aksi, penyekatan jalan, hingga pengamanan objek vital.

Simulasi dilakukan secara profesional dan humanis, mencerminkan peningkatan kemampuan personel dalam mengelola dinamika keamanan di lapangan. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard