Sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan terlihat hancur. (FOTO:WARGA)
SB, SAMPIT - Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di KM 48, Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (14/12/2025) pagi.
Insiden tragis ini melibatkan sebuah mobil pikap dan satu unit truk, yang mengakibatkan dua orang pengemudi meninggal dunia.
Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni mobil pikap putih dengan nomor polisi KH 8183 BR dan sebuah truk Hino hijau bernomor polisi KH 8502 FF. Kedua kendaraan mengalami kerusakan parah akibat adu banteng.
Camat Cempaga, Agus Tiawani, membenarkan adanya dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Ia menyebutkan bahwa pengemudi mobil pikap meninggal di tempat kejadian perkara.
“Betul, betul mas, meninggal. Kalau sopir pikap langsung meninggal di tempat karena kejepit dan sampai saat ini informasinya masih berada di TKP,” ujar Agus Tiawani.
Ia menambahkan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan aparat terkait dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
“Kami sedang menghubungi Polsek Cempaga. Jadi kita serahkan penanganannya ke pihak yang berwajib,” katanya.
Sementara itu, pengemudi truk Hino sempat dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Cempaga untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong.
“Untuk sopir truk sempat dibawa ke puskesmas di Cempaga, tetapi setibanya di sana dinyatakan meninggal dunia,” jelas Agus.
Dari informasi di lapangan, mobil pikap putih diketahui mengangkut bahan bakar minyak jenis solar.
Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat kedua kendaraan masih dalam kondisi saling terjepit dengan kerusakan parah di bagian depan.
Salah satu relawan Sampit, Chandra, mengatakan proses evakuasi korban melibatkan Basarnas Pos Sampit karena kondisi korban yang terjepit dan memerlukan penanganan khusus.
“Evakuasi dibantu Basarnas karena korban terjepit. Kami tidak tahu korban mengalami benturan apa saja, jadi penanganannya harus hati-hati agar tidak membahayakan,” kata Chandra.
Ia juga meminta warga untuk tidak melakukan evakuasi mandiri terhadap korban, khususnya pengemudi mobil pikap, karena kondisi terjepit membutuhkan peralatan serta prosedur khusus. (f1/sb)