Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Disdik Kotim Pastikan Kesejahteraan Pegawai dan Tenaga Pendidik jadi Prioritas Utama

Redaksi 23-12-2025, 12:31 WIB 1 menit baca
Yolanda Lonita Fenisia
Yolanda Lonita Fenisia

SB, SAMPIT - Plt Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, menyampaikan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Disdik Kotim memastikan bahwa kewajiban konstitusional untuk mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan tetap terpenuhi, dan kesejahteraan pendidik serta tenaga kependidikan tetap menjadi fokus utama. 

"Tahun 2025 kami menerima Rp 701,8 miliar, sedangkan tahun 2026 hanya sebesar Rp 587,4 miliar. Artinya berkurang sekitar Rp 114 miliar dari pagu anggaran yang kami terima," kata Yolanda, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, penurunan terbesar terjadi pada Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) bidang pendidikan, yang sebelumnya mencapai Rp100 miliar pada tahun 2025, kini hanya tersisa sekitar Rp 8 miliar.

"Penurunan paling drastis dari DAU SG ini sangat berdampak terhadap kemampuan kami dalam membiayai program dan kegiatan pendidikan di Kotim," ujarya.

Dijelaskannya, dari total pagu anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk belanja gaji dan tunjangan ASN serta PPPK sebesar Rp 334 miliar, sedangkan gaji tenaga kontrak dan PPPK paruh waktu mencapai Rp 12,7 miliar.

Untuk dana DAK non fisik, terdiri dari BOS/BOP sebesar Rp 86,4 miliar, tunjangan profesi guru Rp 125.9 miliar, tunjangan khusus guru Rp 12,7 miliar, dan tambahan penghasilan guru (Tamsil) Rp 183 juta.

Selain itu, belanja rutin kantor Disdik dan 17 korwil kecamatan mencapai Rp 1,9 miliar, BOSDA Rp5 miliar, serta DAU SG bidang pendidikan Rp 8,3 miliar.

Secara persentase, 57 persen digunakan untuk gaji dan tunjangan, 38 persen untuk dana non fisik, dan 5 persen untuk kegiatan penguatan mutu pendidikan.

"Kesejahteraan pegawai tetap menjadi prioritas sesuai arahan Bupati," pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard