seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tujuh Warga Komplek Mendawai Terjangkit DBD, Dinkes Palangka Raya Lakukan Fogging

by Redaksi - Tanggal 24-01-2026,   jam 08:11:41
Ketika pihak Dinkes Kota Palangka Raya mendatangi rumah warga yang terjangkit DBD. (FOTO:ISTIMEWA) Ketika pihak Dinkes Kota Palangka Raya mendatangi rumah warga yang terjangkit DBD. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Tujuh orang warga Komplek Mandawai, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya dilaporkan terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, mereka orang di antaranya harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Gejala DBD tersebut mulai dirasakan warga sejak sekitar sepuluh hari terakhir. Keluhan yang dialami meliputi demam tinggi, sakit kepala, pusing, muntah, hingga menurunnya nafsu makan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, H Riduwan, langsung turun ke lapangan guna memastikan situasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan DBD.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat melalui Puskesmas Bukit Hindu, ada warga Mendawai yang dirawat di rumah sakit berjumlah tujuh orang. Tiga sudah dipulangkan, sementara empat lainnya masih dalam perawatan,” ungkap Riduwan saat ditemui wartawan, Jumat (23/1/2026).

Sebagai langkah antisipasi agar kasus DBD tidak meluas di wilayah Komplek Mendawai, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya akan segera melakukan pemeriksaan etiologi serta melaksanakan kegiatan penyemprotan dan fogging.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kami akan menurunkan petugas melalui Puskesmas Bukit Hindu untuk melakukan pembersihan lingkungan di wilayah Mendawai. Selanjutnya akan dilakukan penyemprotan dan fogging,” jelasnya.

Selain itu, Riduwan juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan DBD dengan menerapkan gerakan 3M Plus. Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

“Partisipasi dan kesadaran masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan ini,” ujarnya.

Riduwan menambahkan, kegiatan “Plus” juga dapat dilakukan dengan menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, serta menanam tanaman pengusir nyamuk guna mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab DBD.

Ia pun mengimbau masyarakat yang mengalami gejala-gejala DBD agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. (sb/*)