Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

HUT ke-72 SMPN 1 Sampit Jadi Momentum Dorong Peningkatan Sarana Pendidikan di Kotim

Redaksi 26-01-2026, 01:06 WIB 2 menit baca
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah saat menghadiri HUT ke-72 SMPN 1 Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah saat menghadiri HUT ke-72 SMPN 1 Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menilai peringatan Hari Jadi SMP Negeri 1 Sampit ke-72 menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut.

“Agenda hari ini pertama dalam rangka Hari Jadi SMPN 1 Sampit ke-72. Selain itu, kita juga menyaksikan bersama penyerahan dana revitalisasi untuk tahun 2025 kepada beberapa sekolah penerima,” ujar Riskon, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada program revitalisasi tahun sebelumnya, Kabupaten Kotim memperoleh anggaran fisik pendidikan sekitar Rp12 miliar. Sementara untuk tahun ini, pihaknya masih terus melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Pendidikan terkait pengajuan dana fisik sekolah.

“Tadi saya mendapat informasi dari Dinas Pendidikan bahwa kita telah mengajukan sekitar Rp20 miliar ke kementerian. Saat ini masih menunggu finalisasi dan mudah-mudahan ada kabar baik di tahun 2026,” jelasnya.

Riskon mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. Alokasi dana pendidikan untuk satuan pendidikan SD dan SMP dari APBD Kotim tahun ini hanya sekitar Rp8 miliar, jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai hampir Rp60 miliar.

“Karena keterbatasan APBD itulah, kita terus berupaya berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar dana fisik pendidikan tetap bisa terpenuhi,” katanya.

Menurutnya, kondisi geografis Kotim sebagai salah satu kabupaten terluas juga menjadi alasan kuat perlunya dukungan anggaran dari pemerintah pusat, terutama untuk wilayah utara yang masih minim fasilitas pendidikan.

“Kalau kita lihat di lapangan, Kotim memang masih sangat membutuhkan sentuhan anggaran pusat. APBD kita belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Riskon juga menyoroti peran alumni dan pihak swasta dalam mendukung kemajuan pendidikan. Ia menilai SMPN 1 Sampit merupakan barometer pendidikan tingkat SMP, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi hingga nasional.

“Tadi kita juga menyaksikan secara simbolis peran alumni. Ini bisa menjadi trigger bagi SMP lain di Kotim agar terus berbenah dan tidak kalah bersaing,” ujarnya.

Selain itu, Riskon mengapresiasi kontribusi perusahaan besar swasta (PBS), seperti Wilmar, yang telah memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami berharap ke depan PBS lainnya juga dapat ikut memberikan atensi melalui CSR untuk membantu pemenuhan sarana dan prasarana satuan pendidikan di Kotim,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard