RSUD dr Murjani Sampit Tambah Alat Hemodialisa, Antrean Pasien Cuci Darah Capai 300 Orang
SB, SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit menambah jumlah alat hemodialisa guna mengurangi panjangnya antrean pasien cuci darah yang saat ini mencapai lebih dari 300 orang.
Kondisi keterbatasan alat hemodialisa sebelumnya dinilai sangat memprihatinkan. Bahkan, terdapat pasien yang belum sempat menjalani cuci darah karena harus menunggu antrean terlalu lama.
“Antrean hemodialisa itu kasihan sekali. Ada yang belum sempat cuci darah sudah meninggal karena alat kita terbatas,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Anggun Iman Hernawan, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa membutuhkan perawatan seumur hidup. Seiring meningkatnya edukasi kesehatan serta angka harapan hidup pasien, jumlah penderita gagal ginjal pun terus bertambah sehingga berdampak pada meningkatnya antrean layanan.
Meski demikian, pihak rumah sakit optimistis penambahan alat hemodialisa tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kemarin sudah ada tambahan alat. Mudah-mudahan antrean bisa berkurang dan pelayanan menjadi lebih maksimal,” katanya.
Selain memperkuat layanan hemodialisa, RSUD dr Murjani Sampit juga mulai membenahi layanan kanker. Meski sempat mengalami kendala akibat perpindahan tenaga dokter, kini pihak rumah sakit telah menjalin kerja sama agar pasien kanker tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.
“Walaupun mungkin hanya tiga hari pelayanan, tapi paling tidak pasien tidak perlu lagi berobat ke Palangka Raya atau Banjarmasin,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, RSUD dr Murjani Sampit menargetkan peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur. (f1/sb)