seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Warga Kotim Diduga Menjadi Korban Pengeroyokan di Perkebunan Sawit

by Redaksi - Tanggal 19-02-2026,   jam 01:41:30
Tampak lokasi diduga terjadinya pengeroyokan seorang warga Pasir Putih Sampit. (FOTO:ISTIMEWA) Tampak lokasi diduga terjadinya pengeroyokan seorang warga Pasir Putih Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Seorang warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke polisi. Peristiwa terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, di kawasan perkebunan kelapa sawit wilayah Sampit.

Korban, Bayu, mengaku menjadi sasaran kekerasan saat memungut brondolan buah sawit di lahan yang diklaim milik masyarakat. Ia menyebut dikeroyok oleh tiga orang, salah satunya diduga oknum satpam perusahaan kelapa sawit.

“Satunya satpam. Satu lagi menggunakan baju biasa celana coklat, dan satunya menggunakan baju biasa celana loreng tentara,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurut Bayu, kejadian bermula saat dirinya ditendang dari belakang hingga terjatuh. Ia kemudian mendapat pukulan bertubi-tubi, termasuk mengenai mata dan pelipis hingga hampir pingsan.

“Habis ditendang saya dipukul dari depan tetapi tidak kena, lalu saya dipukul dari belakang kena mata dan pelipis sampai hampir pingsan dan penglihatan saya berkunang-kunang,” ungkapnya.

Bayu juga menyebut lehernya sempat dipiting dan dirinya diseret menuju pos portal kilometer 18.

“Saya dicekik dari belakang dan diseret menuju pos,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Bayu mengalami luka dan memar di kepala serta gangguan penglihatan sementara. Ia kemudian melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotim dengan membawa dua orang saksi.

“Ini saya masih menunggu saksinya datang biar bisa lanjut laporan,” beber Bayu.

Sementara itu, pihak keluarga korban, Ernawati, mengungkapkan adanya kericuhan lanjutan antara warga dan pihak satpam. Ia menyebut seorang kerabatnya sempat didorong hingga terjatuh ke parit dan mengalami pembengkakan di tangan kanan.

“Untung paritnya tidak ada air. Tangan saya sampai bengkak,” pungkasnya. (f1/sb)