Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

Efisiensi Anggaran, DPRD Kotim Ajak Perusahaan Gotong Royong Perbaiki Jalan

Redaksi 20-02-2026, 06:22 WIB 2 menit baca
Pelaksanaan perbaikan jalan di Poros Kecamatan Tuala Hulu. (FOTO: ISTIMEWA)
Pelaksanaan perbaikan jalan di Poros Kecamatan Tuala Hulu. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun mendorong keterlibatan aktif pihak swasta dalam membantu perbaikan infrastruktur jalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

Kontribusi tersebut diharapkan dapat disalurkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Hal ini disampaikan Rimbun menyusul partisipasi sejumlah perusahaan dalam percepatan perbaikan jalan kabupaten menuju Kantor Camat Tualan Hulu yang melintasi Desa Mirah hingga Desa Luwuk Sampun.

Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan pada jalan poros Kecamatan Tualan Hulu yang berada di Desa Mirah dengan lebar 10 meter dan panjang sekitar 500 meter.

Pengerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong melalui program CSR oleh 11 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di sekitar lokasi.

“Jalan poros Kecamatan Tualan Hulu di Desa Mirah dengan lebar 10 meter dan panjang 500 meter ini dikerjakan secara gotong royong melalui program CSR. Kami dari DPRD, khususnya yang berasal dari Dapil 5, sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kontribusi perusahaan-perusahaan tersebut,” ujar Rimbun, Jumat (20/2/2026).

Adapun perusahaan yang berkontribusi dalam perbaikan jalan tersebut antara lain PT Uniprimacom, PT Surya Inti Sawit Kahuripan, PT Tunas Agro Subur Kencana I, PT Tunas Agro Subur Kencana II, PT Hutanindo Agro Lestari, PT Swadaya Sapta Putra, PT Karya Makmur Bahagia, PT Hutan Sawit Lestari, PT Bumi Hutan Lestari, PT Adhyaksa Darma Satya, serta PT Bangkitgiat Usaha Mandiri.

Menurut Rimbun, kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta merupakan solusi yang tepat di tengah keterbatasan fiskal daerah. Ia menilai sinergi tersebut sangat dibutuhkan agar pembangunan tetap berjalan dan masyarakat tidak terdampak oleh keterbatasan anggaran.

“Di tengah efisiensi anggaran, kolaborasi seperti ini sangat penting. Dengan dukungan swasta, pembangunan infrastruktur tetap bisa berjalan dan masyarakat tetap merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan perusahaan di suatu wilayah sudah semestinya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, salah satunya melalui perbaikan infrastruktur dasar.

“Perusahaan harus hadir memberi manfaat. Infrastruktur seperti jalan ini sangat dirasakan langsung oleh masyarakat, apalagi di wilayah pedalaman yang sangat bergantung pada akses jalan,” tandasnya.

Rimbun berharap seluruh perusahaan yang beroperasi di Kotim dapat terus aktif memperhatikan kondisi wilayah masing-masing dan berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui program CSR yang tepat sasaran. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard