Dua lokasi yang menjadi perampok. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Dua aksi perampokan terjadi dalam rentang waktu kurang dari 12 jam di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (20/2/2026). Kedua peristiwa tersebut kini dalam penanganan aparat kepolisian.
Peristiwa pertama berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB di Perumahan Pandawa Jalur 7, Jalan Jenderal Sudirman. Korban diketahui bernama Marni (44).
Ia mengalami luka cukup serius setelah diserang menggunakan senjata tajam dan dipukul dengan benda tumpul berupa linggis. Hingga saat ini, belum dipastikan barang berharga apa saja yang hilang dari kejadian tersebut.
Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.17 WIB, perampokan kembali terjadi di kios BRILink Arza Jaya Grup di Jalan HM Arsyad, tepatnya di kawasan Mentari Swalayan, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Sampit.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban luka, namun pelaku berhasil membawa kabur uang tunai hampir Rp 10 juta setelah mengancam korban dengan senjata tajam.
Kapolsek Ketapang, AKP Anis, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima dua laporan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan.
“Benar, dua laporan telah kami terima. Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di masing-masing kejadian,” ujar AKP Anis, Sabtu (21/2/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terlebih pada momentum bulan Ramadan yang kerap dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
“Menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama. Meski Polres Kotim telah meningkatkan patroli, potensi kejahatan tetap ada. Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.
Secara terpisah, Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, menyampaikan bahwa pihaknya turut mengintensifkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan.
“Dalam satu kali patroli, kami menurunkan satu tim berjumlah sekitar 10 personel. Selain mengantisipasi balapan liar, patroli juga menyasar kawasan permukiman, ATM, pusat perbelanjaan, serta lokasi yang dinilai rawan tindak kejahatan,” jelas Hariyanto.
Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan menjadi langkah penting dalam meminimalkan aksi kriminalitas.
“Mari bersama-sama menutup setiap peluang terjadinya kejahatan dengan meningkatkan kewaspadaan. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian,” pungkasnya. (f1/SB)