Lewati ke konten utama
Provinsi

Gas Elpiji Subsidi 3 Kg Langka, Warga dan UMKM Resah

Redaksi 24-02-2026, 09:38 WIB 1 menit baca
Tampak kondisi salah satu SPBE di Kota Sampit. (FOTO: SEPUTARBORNEO )
Tampak kondisi salah satu SPBE di Kota Sampit. (FOTO: SEPUTARBORNEO )

SB, SAMPIT - Memasuki pertengahan Ramadan, masyarakat di Kecamatan Baamang dan Kecamatan MB Ketapang, Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai merasakan sulitnya memperoleh elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Sejumlah warga mengaku harus mendatangi beberapa pangkalan hingga pengecer karena stok kerap kosong. Jika pun tersedia, jumlahnya sangat terbatas dan cepat habis.

“Sudah keliling ke tiga tempat, tetap saja kosong. Kalau ada pun biasanya sudah dipesan lebih dulu,” ungkap Ida, warga Sawahan MB Ketapang, Selasa (24/2/2026).

Kelangkaan ini disebut-sebut sudah terjadi sejak awal Ramadan, bertepatan dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga untuk memasak sahur dan berbuka puasa.

Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan oleh ibu rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sampit. Pedagang gorengan, warung makan, hingga penjual kue basah mengaku kesulitan mendapatkan gas melon yang menjadi penopang utama usaha mereka.

“Kalau gas susah didapat, kami juga kesulitan berjualan. Padahal ini momen Ramadan, biasanya pembeli ramai,” keluh seorang pedagang.

Karena stok terbatas, sebagian pelaku UMKM terpaksa membeli elpiji di tingkat pengecer dengan harga lebih tinggi agar usaha tetap berjalan. Di lapangan, harga tabung 3 kilogram dilaporkan bervariasi, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp30 ribu per tabung.

Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran. Apalagi, lonjakan kebutuhan selama Ramadan seharusnya dapat diantisipasi dengan penambahan pasokan maupun pengawasan distribusi yang lebih ketat.

Hingga saat ini, masyarakat Sampit masih menanti pasokan kembali normal agar aktivitas rumah tangga dan usaha kecil tidak terganggu selama bulan suci Ramadan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard