Kapolsek Parenggean, Danny Arrizal Saputra
SB, SAMPIT – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, secara umum terpantau aman dan kondusif. Meski demikian, aksi balap liar yang melibatkan kalangan remaja masih menjadi perhatian aparat kepolisian, khususnya pada malam akhir pekan.
Kapolsek Parenggean, Danny Arrizal Saputra, menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Parenggean hingga Kecamatan Tualan Hulu relatif terkendali. Namun, pihaknya tetap meningkatkan patroli pada jam-jam rawan.
“Secara umum situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Parenggean aman dan kondusif. Tetapi memang masih ada catatan terkait aktivitas balap liar yang dilakukan anak-anak muda, terutama pada malam hari,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar berada di kawasan SP2 Desa Karangsari. Aktivitas tersebut biasanya berlangsung mulai pukul 23.00 WIB ke atas, terutama pada Sabtu dan Minggu malam.
Ia pun mengingatkan masyarakat yang melintas di kawasan tersebut agar lebih waspada. “Kami mengimbau masyarakat yang melintas pada jam-jam rawan, sekitar pukul 23.00 WIB ke atas, agar tetap berhati-hati karena aktivitas itu cukup membahayakan pengguna jalan lainnya,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, jajaran Polsek Parenggean rutin menggelar patroli dan razia. Dalam beberapa kesempatan, petugas juga mengamankan kendaraan milik pelaku balap liar.
“Beberapa kali kami lakukan patroli dan razia, sempat juga mengamankan tiga unit sepeda motor. Orang tuanya kami panggil, diminta menunjukkan surat-surat kendaraan, lalu diberikan pembinaan sebelum kendaraan dikembalikan,” jelasnya.
Apabila ditemukan pelanggaran administrasi, pihaknya berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur untuk penindakan lebih lanjut.
“Kalau saat razia tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan, tentu kami koordinasikan dengan Satlantas untuk dilakukan tilang,” tambahnya.
Danny mengungkapkan, mayoritas pelaku balap liar merupakan remaja usia sekolah, mulai dari pelajar SMA hingga anak muda lainnya. Meski demikian, setelah intensitas patroli ditingkatkan, aktivitas tersebut disebut mulai berkurang.
“Sejak patroli kita intensifkan di jam-jam rawan, mereka sudah jarang terlihat. Kalau pun ada, biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi,” tuturnya.
Pihak kepolisian memastikan pengawasan dan langkah preventif akan terus dilakukan guna menjaga situasi tetap aman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman. (f1/SB)