Proses evakuasi ketika dilakukan oleh tim gabungan terhadap jasad korban. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT - Seorang pelajar SMK dilaporkan tenggelam di Danau Bina Karya, Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (26/2/2026) sore.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan yang diterima dengan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
"Kami menerima laporan pada pukul 17.38 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi. Personel segera melakukan observasi dan berkoordinasi dengan Basarnas serta unsur terkait untuk melakukan pencarian secara intensif,” ujarnya.
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.50 WIB atau sekitar 50 menit sejak operasi pencarian dimulai.
Posisi korban berada kurang lebih 25 meter dari tepi danau. Proses pencarian dilakukan dengan metode penyelaman menggunakan perahu karet dan jala ikan, serta didukung penerangan dari unit BPBD dan tim penyelam Pos SAR Sampit.
Multazam menambahkan, kondisi air danau yang keruh menjadi tantangan bagi tim di lapangan. “Korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 19.50 WIB pada jarak kurang lebih 25 meter dari tepi danau.
Setelah ditemukan, korban langsung "dievakuasi oleh tim PMI dan dibawa ke rumah sakit. Kami mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini,” terangnya.
Kondisi danau diketahui memiliki kedalaman bervariasi antara 160 hingga 180 sentimeter dengan visibilitas air yang terbatas.
Operasi penanganan melibatkan 14 personel BPBD dengan dukungan kendaraan operasional, perahu karet, serta perlengkapan pendukung lainnya. Seluruh personel dilaporkan kembali ke kantor dalam keadaan selamat setelah operasi selesai.
Untuk diketahui, seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di Kolam Bina Karya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (26/2/2026) sore. Korban diketahui bernama Putra, seorang pelajar SMK Negeri 2 Sampit yang berasal dari Bagendang dan tinggal di rumah kos kawasan Sawit Raya, Sampit.
Informasi awal menyebutkan, korban baru dua kali berenang di lokasi tersebut, yakni pada hari kejadian dan sehari sebelumnya. Saat laporan pertama diterima, tim gabungan masih melakukan upaya pencarian dan pendataan di lokasi kejadian.
Operasi pencarian bersama unsur gabungan, termasuk Basarnas, PMI, serta masyarakat setempat dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan koordinasi lintas instansi. (f1/SB)