ILUSTRASI
SB, SAMPIT - Kemunculan buaya di kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit mencatat setidaknya sudah empat kali laporan kemunculan reptil tersebut di area wisata itu.
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan serangan terhadap manusia di lokasi tersebut.
“Berdasarkan data kami, kemunculan buaya di sekitar Pantai Ujung Pandaran sudah terjadi empat kali. Namun, untuk serangan terhadap manusia di wilayah itu belum pernah ada laporan,” ujar Muriansyah, Senin (2/3/2026).
Meski kewenangan penanganan buaya kini telah beralih ke instansi terkait, pihaknya tetap berperan aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan.
“Kami tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, termasuk di kawasan Pantai Ujung Pandaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat tidak diperkenankan menangkap buaya karena berisiko tinggi terhadap keselamatan.
“Sebenarnya tidak boleh karena sangat berbahaya. Dalam kejadian kemarin, sepertinya buaya itu lebih dulu terjerat jaring perangkap ikan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Ujung Pandaran, Taufik, menjelaskan kronologi penangkapan seekor buaya yang sempat viral di media sosial. Dua video yang beredar memperlihatkan buaya tersebut dalam kondisi terikat di tepi pantai.
“Benar, buaya itu terkena jaring nelayan di tepi pantai. Kejadiannya Jumat sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ditemukan masih hidup, lalu diikat dan diletakkan di bawah pohon cemara,” kata Taufik, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, buaya tersebut diduga hendak memangsa ikan yang terjebak di jaring nelayan yang dipasang dari pinggir pantai. Namun, predator itu justru ikut tersangkut dan akhirnya tertangkap.
Selama ini, lanjut Taufik, kemunculan buaya di Pantai Ujung Pandaran lebih sering dikaitkan dengan aktivitas mencari makan dan belum pernah dilaporkan menyerang warga.
“Kalau di pantai itu orang sering menyebutnya buaya capit, biasanya memangsa ikan. Nelayan sering berpapasan, tapi tidak pernah ada laporan buaya menyambar atau menyerang manusia,” pungkasnya. (f1/SB)