seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Bentrokan di Jalan Hauling PT ABB, Kapolres Tegaskan Pendekatan Humanis Sudah Dilakukan

by Redaksi - Tanggal 04-03-2026,   jam 03:17:42
Salah satu korban akibat bentrokan mendapatkan perawatan medis. (FOTO:ISTIMEWA) Salah satu korban akibat bentrokan mendapatkan perawatan medis. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, KUALA KAPUAS – Situasi memanas terjadi di kawasan Jalan Hauling Sekmen 3 milik perusahaan tambang PT Asmin Bara Bronang (ABB), Desa Barunang, Kabupaten Kapuas, Selasa (3/3/2026). Aparat kepolisian terlibat bentrokan dengan sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat.

Insiden tersebut mengakibatkan tiga anggota kepolisian mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Sementara itu, satu warga dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kaki setelah diduga hendak melakukan penyerangan terhadap petugas di lokasi kejadian.

Bentrokan bermula saat aparat melakukan penanganan aksi penutupan jalan hauling di wilayah Kapuas Tengah. Kepolisian menegaskan bahwa langkah yang diambil personel Polres Kapuas telah sesuai prosedur dan berdasarkan perintah yang sah.

Kapolres Kapuas, Gede Eka Yudharma, menjelaskan bahwa sebelum tindakan tegas dilakukan, aparat bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh adat telah lebih dahulu mengedepankan pendekatan persuasif dan imbauan secara humanis.

“Namun dalam situasi yang membahayakan keselamatan petugas akibat adanya penyerangan, tindakan terukur terpaksa dilakukan demi melindungi personel dan masyarakat di lokasi,” ujarnya.

Ia memastikan seluruh korban luka, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat, telah mendapatkan perawatan medis secara layak. Menurutnya, kepolisian tidak berada dalam posisi sengketa, melainkan bertugas menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tidak semakin meluas.

Saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan berangsur kondusif. Aparat masih melakukan pengamanan secara profesional, proporsional, dan humanis guna mencegah potensi konflik lanjutan.

Kapolres juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan jalur hukum dalam menyampaikan aspirasi.

“Kita semua tentu prihatin atas kejadian yang tidak diinginkan ini, hingga anggota kepolisian maupun masyarakat menjadi korban luka-luka,” pungkasnya. (sb)