Empat SPPG di Kotim Resmi Beroperasi, Dua Lainnya Segera Dibuka
SB, SAMPIT - Empat Sekolah Pangan Peduli Gizi (SPPG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini telah beroperasi, menyasar anak sekolah dan kelompok rentan guna meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.
Keempat SPPG tersebut berlokasi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Parenggean. Rinciannya yaitu: Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hilir, Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hulu, Baamang Tengah, dan Parenggean.
Dua SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan operasional, yakni di Baamang Barat dan Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, dan diperkirakan akan segera dibuka sebagai bagian dari program SPPG Polri.
Tidak hanya di wilayah perkotaan, Kotim juga menyiapkan SPPG untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Kecamatan Antang Kalang dan Telaga Antang. Pembangunan satu SPPG 3T juga tengah berlangsung di Desa Tumbang Ramei, Kecamatan Antang Kalang.
“Program MBG bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan kelompok rentan guna mendukung kualitas kesehatan, pertumbuhan, serta konsentrasi belajar,” ujar Pj Sekda Kotim, Umar Kaderi.
Program MBG tidak hanya menitikberatkan pada gizi, tetapi juga pada penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui keterlibatan supplier dan pelaku UMKM setempat.
Dari total penerima manfaat lebih dari 11 ribu orang, masing-masing SPPG melayani ribuan penerima diantaranya, Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hilir: 3.430 orang, Mentawa Baru Ketapang Mentawa Baru Hulu: 2.866 orang, Baamang Tengah: 2.498 orang, dan Parenggean: 2.561 orang.
Pelaksanaan program ini juga didukung 177 relawan lokal serta berbagai supplier yang memasok bahan pangan seperti ayam, ikan, sayur, buah, telur, tahu-tempe, susu, dan gas. UMKM lokal menyediakan produk tambahan seperti roti, kue, dan makanan lain yang menjadi bagian dari menu MBG.
“Kami mengharapkan MBG di Kabupaten Kotim menjadi program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara nyata. Semoga ke depannya seluruh penerima manfaat dapat segera terlayani,” pungkasnya. (f1/sb)