Kotim Targetkan Perlindungan Jaminan Sosial untuk Semua Pekerja Desa
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan tercapainya Universal Coverage Jamsostek (UCJ) atau perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja di desa. Langkah ini bertujuan agar semua pekerja, termasuk kelompok rentan, terlindungi secara menyeluruh.
Asisten I Sekretariat Daerah Kotim, Waren, mengatakan masih banyak pekerja di desa yang belum terlindungi, padahal mereka berperan penting dalam pembangunan lokal. Kelompok ini meliputi perangkat desa, BPD, RT/RW, kader posyandu, petani, nelayan, pedagang kecil, dan pekerja sektor informal lainnya.
“Pemerintah daerah bertanggung jawab memastikan semua pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya saat kegiatan Kepatuhan Ekosistem Desa Menuju UCJ 100 Persen, Kamis (12/3/2026).
Pemerintah Kotim menargetkan perlindungan Jamsostek bagi seluruh ekosistem desa mencapai 100 persen, dengan memanfaatkan APBDes atau skema lainnya.
Beberapa langkah strategis meliputi, mendorong desa mengalokasikan anggaran untuk pekerja rentan, mengawal aspek penganggaran agar program bisa berjalan, mengawasi pelaksanaan program, mengintegrasikan program dalam perencanaan pembangunan daerah. Dan mengawal implementasi program di tingkat kecamatan dan desa.
Selain itu, pemerintah melakukan pendataan pekerja rentan, menyusun regulasi terkait Jamsostek, serta memperkuat koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan agar program berjalan optimal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit, Dwi Ari Wibowo, menyambut baik upaya pemerintah. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja sektor informal agar memiliki jaminan sosial saat menghadapi risiko kerja maupun risiko sosial.
“Program ini penting untuk petani, nelayan, pedagang kecil, dan pekerja harian. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan desa, perlindungan dapat diperluas sehingga mereka dan keluarga terlindungi,” katanya.
Dengan program ini, Pemkab Kotim berharap perlindungan sosial di desa semakin luas, kesejahteraan meningkat, dan pembangunan desa berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. (f1/sb)