Jelang Hari Raya, Dispertan Kotim Waspadai Kenaikan Harga Daging, Telur dan Bawang
SB, SAMPIT - Menjelang hari raya keagamaan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama yang berasal dari sektor peternakan dan bahan pokok tertentu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi, mengatakan beberapa komoditas yang rawan mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam, daging sapi, telur, serta bawang. Kerawanan tersebut dipicu oleh keterbatasan stok lokal sehingga masih bergantung pada pasokan dari daerah lain.
“Untuk komoditas yang rawan menjelang hari raya ini seperti daging ayam, daging sapi, telur, termasuk bawang. Itu punya kerawanan kenaikan harga karena stok lokal kita terbatas dan masih bergantung dari daerah lain,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya terus memantau perkembangan harga dan distribusi pangan di lapangan, mulai dari tingkat petani hingga proses pengiriman barang. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penimbunan oleh distributor yang dapat memicu lonjakan harga.
Menurut Yephi, ada beberapa komoditas yang sejak lama cukup sulit dikendalikan harganya di Kotim, seperti cabai dan daging sapi. Hal itu karena ketersediaannya sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Memang ada beberapa komoditas yang sejak dulu di Kotim agak sulit kita kendalikan, seperti cabai dan daging sapi. Karena pasokannya sebagian besar dari luar daerah,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai daya beli masyarakat masih cukup baik. Hingga saat ini, kenaikan harga komoditas pangan juga masih berada di bawah 10 persen dari harga eceran tertinggi (HET) jadi belum menjadi masalah yang terlalu besar.
Namun, ia menegaskan bahwa persoalan yang paling diwaspadai bukan hanya harga, melainkan ketersediaan barang di pasaran. Jika pasokan dari luar daerah terganggu, maka potensi kelangkaan dan kenaikan harga bisa terjadi.
“Yang menjadi masalah besar itu kalau sampai ketersediaan barangnya tidak ada. Untuk harga sebenarnya Kotim relatif masih mampu, tetapi kalau pasokan dari luar berkurang dan barangnya langka, itu yang bisa memicu kenaikan harga,” tegasnya.
Pihaknya berharap dalam satu minggu menjelang hari raya, pasokan pangan tetap stabil sehingga tidak terjadi lonjakan harga maupun kelangkaan barang di pasaran.
“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan menjelang hari raya tidak terjadi kelangkaan. Kami terus memantau agar kondisi tetap terkendali,” tandasnya. (f1/sb)