Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Warga Keluhkan Taman Ikan Jelawat Gelap, DKUPP Kotim Lakukan Perbaikan Bertahap

Redaksi 25-03-2026, 08:28 WIB 2 menit baca
Kondisi Taman Ikon Ikan Jelawat terlihat gelap karena lampu pada mati. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Kondisi Taman Ikon Ikan Jelawat terlihat gelap karena lampu pada mati. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Masyarakat yang menikmati Taman Ikon Jelawat di tengah Kota Sampit mengeluhkan pada matinya penerangan, sehingga terlihat gelap gulita dan seperti tidak ada perawatan dari dinas terkait.

Hal itu tersebut mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) menanggapi keluhan masyarakat terkait padamnya lampu di kawasan Taman Ikon Jelawat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKUPP Kotim, Muslih, mengungkapkan bahwa laporan mengenai kerusakan lampu sebenarnya sudah diterima beberapa hari sebelum Lebaran. Namun, proses perbaikan belum dapat dilakukan karena keterbatasan petugas di lapangan.

“Saya sudah menerima laporan dua hari sebelum Lebaran, tetapi belum sempat ditangani karena petugas sedang mudik. Lampu pengganti sebenarnya sudah tersedia, hanya saja ada komponen yang perlu diperbaiki sehingga tidak bisa langsung dipasang,” ujar Muslih, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, permasalahan utama bukan hanya pada lampu, melainkan pada instalasi kabel tanam yang sudah mengalami kerusakan dan keausan. Kondisi tersebut membuat perbaikan memerlukan penanganan lebih menyeluruh.

“Kendala utamanya ada pada kabel tanam yang sudah aus dan rusak. Jadi bukan sekadar mengganti lampu. Sempat kami modifikasi agar tetap menyala, tetapi teknisi yang memasang juga sedang mudik,” jelasnya.

Muslih menambahkan, dirinya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat sejumlah lampu yang mengalami kerusakan di berbagai titik.

“Total ada 22 lampu di bagian atas, dua lampu di arah sungai, 17 lampu di area pertokoan, dan tiga lampu sorot pada patung jelawat yang tidak berfungsi,” ungkapnya.

Pihaknya menargetkan perbaikan dapat dilakukan secara bertahap, dengan harapan sebagian lampu sudah kembali menyala dalam waktu dekat.

“Kami upayakan secepatnya, minimal dalam minggu ini sudah ada beberapa titik yang kembali terang,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi Taman Ikon Jelawat yang minim penerangan sehingga terlihat gelap pada malam hari. Situasi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan pengunjung dan berpotensi menimbulkan kerawanan, terutama saat momen libur Lebaran.

Selain masalah lampu, masyarakat juga menyoroti kondisi fasilitas lain seperti patung ikan jelawat yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya serta kurangnya tempat sampah di kawasan tersebut. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard