DPRD Kotim Soroti Infrastruktur di Pelosok
SB, SAMPIT - Kondisi infrastruktur di wilayah pelosok Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih memerlukan perhatian serius. Seperti di Desa Batuah, Kecamatan Seranau, masyarakat harus bergotong royong memperbaiki jembatan kayu yang rusak agar tetap bisa digunakan sebagai akses utama.
Jembatan tersebut dibangun secara darurat dari susunan batang kayu, sekadar agar kendaraan roda dua bisa melintas. Hingga kini, belum ada pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut, padahal jalur itu menjadi penghubung penting antar desa.
Anggota DPRD Kotim dari daerah pemilihan II, Marudin, menyebut ruas jalan poros yang menghubungkan Cempaka Mulia, Desa Terantang hingga Desa Batuah merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Jalur itu menjadi tumpuan aktivitas masyarakat di berbagai sektor.
“Mulai dari kegiatan pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan semuanya bergantung pada jalan ini,” ungkapnya, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, warga bersama pemerintah desa rutin melakukan perbaikan secara swadaya. Bahkan, gotong royong dilakukan secara berkala karena kondisi jalan dan jembatan yang cepat rusak.
Risiko kecelakaan pun cukup tinggi. Beberapa kejadian warga terjatuh ke sungai saat melintas di jembatan darurat itu kerap terjadi, baik dialami masyarakat umum, guru, maupun pedagang.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Kalteng dapat segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan permanen demi menunjang keselamatan dan aktivitas ekonomi warga.
“Harapan kami, ini bisa menjadi perhatian serius gubernur agar pembangunan segera direalisasikan,” pungkasnya. (f1/sb)