Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Ingatkan Petani Waspada Kekeringan

Redaksi 26-03-2026, 01:08 WIB 1 menit baca
Kepala BPBD Kotim, Multazam ketika diwawancara oleh sejumlah wartawan. (SEPUTAR BORNEO)
Kepala BPBD Kotim, Multazam ketika diwawancara oleh sejumlah wartawan. (SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengungkapkan adanya penurunan muka air tanah yang cukup drastis di wilayah Kotawaringin Timur, berdasarkan hasil pemantauan terkini.

“Kemarin kami monitor melalui alat, muka air tanah sudah menurun hampir minus 20. Di beberapa titik pantauan daring di desa-desa, air juga sudah turun hampir satu meter,” ujar Multazam, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, kondisi ini berdampak pada ketersediaan air di sistem drainase, baik untuk perkebunan maupun persawahan, sehingga menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian, khususnya di masa panen.

BPBD Kotim telah berdiskusi dengan anggota DPRD setempat terkait kondisi ini, terutama di wilayah Lempuyang, yang dikenal sebagai salah satu sentra tanaman pangan. “Selain waspada karhutla, kita juga harus antisipasi potensi kekeringan yang bisa memengaruhi pengairan sawah,” jelas Multazam.

Ia menambahkan, saat ini petani masih memasuki fase panen, namun musim tanam berikutnya diperkirakan bertepatan dengan musim kemarau. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan mulai minggu ketiga Mei, khususnya di wilayah Pulang Pisau.

“Kalau melihat kondisi sekarang, hanya tujuh hari tanpa hujan, dampak kekeringannya sudah cukup luar biasa di Kotim,” tegasnya.

BPBD Kotim pun mengimbau seluruh pihak, khususnya petani, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan strategi pengairan guna meminimalkan risiko kekeringan yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian.

Langkah antisipatif seperti pengaturan irigasi dan pemantauan rutin muka air tanah diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan produksi pertanian di Kotim menghadapi musim kemarau. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard