212 PNS Kotim Diambil Sumpah, Ditekankan Integritas
SB, SAMPIT - Sebanyak 212 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi diambil sumpahnya sebagai tonggak penting dalam perjalanan pengabdian sebagai aparatur negara, Rabu (1/4/2026).
Bupati Kotim Halikinnor yang diwakili Asisten III Setda Kotim, Bima Eka Wardhana, menegaskan bahwa pengambilan sumpah tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen moral yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Hari ini kita dapat menyaksikan momen penting, di mana saudara-saudari sebanyak 212 orang telah resmi mengucapkan sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil,” ujar Bima.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru saja diambil sumpahnya, sekaligus mengingatkan bahwa sumpah tersebut merupakan ikrar suci kepada bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Pengambilan sumpah ini bukanlah sekadar seremonial belaka. Ini adalah ikrar suci, janji setia kepada bangsa dan negara, serta kesanggupan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan amanah,” tegasnya.
Lebih lanjut, para PNS diminta untuk meningkatkan dedikasi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, serta menjunjung tinggi nilai dasar ASN BerAKHLAK.
“Saya meminta saudara-saudari meningkatkan dedikasi dan profesionalisme. Bekerjalah dengan jujur, tertib, dan cermat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ASN BerAKHLAK,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, turut dilaksanakan sosialisasi mengenai pencegahan HIV/AIDS. Hal ini dinilai penting mengingat HIV/AIDS masih menjadi isu kesehatan global yang memerlukan perhatian bersama.
“Penyebaran HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu ke anak,” jelasnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa HIV/AIDS tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat diminta untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Kita harus menghindari stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, karena HIV/AIDS tidak menular melalui kontak sosial seperti berjabat tangan atau berbagi makanan,” tambahnya.
Bima juga mengajak seluruh PNS untuk aktif mengikuti sosialisasi tersebut serta berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Sebagai PNS, saudara-saudari memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mendukung program pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan inklusif,” tutupnya.
Ia berharap para PNS dapat bersinergi, menjaga kekompakan, serta mengoptimalkan peran masing-masing dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Kotim yang sejahtera, bermartabat, maju dan berkelanjutan. (f1/sb)