Pulau Hanibung, Potensi Wisata Alam Baru di Kotim Siap Dikembangkan
SB, SAMPIT – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Ramadansyah, mulai memfokuskan pengembangan Pulau Hanibung sebagai destinasi wisata baru. Pulau seluas sekitar 262 hektare yang terletak di Desa Camba, Kecamatan Kota Besi, ini kini masuk dalam rencana pembangunan daerah dan digadang-gadang menjadi salah satu ikon wisata alam Kotim di masa depan.
“Pulau Hanibung sudah masuk dalam visi dan misi Bupati, serta tertuang dalam RKJMD,” ujar Ramadansyah, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, tahap awal pengembangan adalah melakukan penataan kawasan sekaligus inventarisasi potensi wisata yang ada. Hingga saat ini, pendataan menyeluruh memang belum dilakukan.
“Sampai sekarang kita masih tahap awal. Kita akan inventarisir dulu, karena sebelumnya belum sempat dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.
Meski begitu, masyarakat setempat telah lebih dulu bergerak dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang dinilai menjadi modal awal dalam pengembangan kawasan tersebut.
Ramadansyah menegaskan bahwa pengembangan wisata tidak akan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang sudah berjalan. Justru, wisata diharapkan membuka peluang ekonomi baru, termasuk kegiatan budidaya lebah madu dan pengembangan ekonomi kreatif lainnya.
“Kita tidak akan menghilangkan aktivitas masyarakat yang sudah ada. Kalau ada yang berkebun rotan, silakan tetap berjalan. Bahkan nanti akan kita dorong tambahan seperti budidaya lebah madu,” katanya.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana turun langsung ke lokasi bersama instansi terkait untuk melihat kondisi di lapangan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan digencarkan agar kelestarian lingkungan tetap terjaga.
“Kita akan pasang spanduk, lakukan pertemuan dengan masyarakat, sekaligus mengimbau agar tidak menebang pohon, tidak membakar lahan, dan tidak berburu di kawasan Pulau Hanibung,” tegasnya.
Ramadansyah menargetkan, dalam dua tahun ke depan, Pulau Hanibung sudah dapat mulai dikunjungi wisatawan. Konsep wisata yang dikembangkan adalah wisata alam yang tenang dan alami, cocok untuk mereka yang mencari tempat “healing”.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga akan menggelar gerakan penanaman pohon untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Jenis tanaman yang ditanam akan dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan KPHP, termasuk kemungkinan penanaman kembali pohon ulin.
Pulau Hanibung memiliki karakteristik lahan yang beragam, mulai dari kawasan rawa hingga daratan yang memungkinkan dibentuk jalur wisata.
“Sebagian memang rawa, tapi ada juga yang sudah bisa dipijak. Ini yang nanti akan kita tata sebagai bagian dari wisata berbasis lingkungan,” jelasnya.
Dengan potensi alam yang masih alami dan luas, Pulau Hanibung diharapkan menjadi destinasi unggulan baru di Kotim, sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (f1/sb)