Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Dorong Swasembada Pangan, Pemkab Kotim Tanam Padi Serentak di Baamang Hulu

Redaksi 09-04-2026, 03:58 WIB 2 menit baca
Pemkab Kotim ketika melaksanakan Tanam Padi serentak di Baamang Hulu. (FOTO: ISTIMEWA)
Pemkab Kotim ketika melaksanakan Tanam Padi serentak di Baamang Hulu. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan kegiatan tanam padi serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 15, Kelurahan Baamang Hulu, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta unsur Forkopimda. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Tanam padi serentak dilakukan di lahan milik Kelompok Tani Mandiri Makmur. Gerakan ini juga merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan pertanian.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Permata Fitri, menjelaskan bahwa program cetak sawah di Kotim telah berjalan sejak 2025 dengan target awal seluas 4.261 hektare.

“Namun realisasi oleh penyedia dari Kementerian Pertanian pada tahun 2025 mencapai 1.339 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Baamang, Teluk Sampit, Pulau Hanaut, dan Mentaya Hilir Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat kebijakan lanjutan dari Kementerian Pertanian melalui mekanisme Erpata untuk penyelesaian lahan yang belum tercetak hingga 31 Maret 2026.

“Dari target 1.904 hektare, realisasinya mencapai 136,6 hektare. Dalam pelaksanaan ini, kami terus bersinergi dengan BRMP Provinsi Kalteng, tim kerja, serta penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, program cetak sawah tidak hanya mencakup pembangunan lahan, tetapi juga didukung bantuan sarana produksi dari pemerintah pusat seperti benih dan kebutuhan pertanian lainnya, sehingga petani dapat langsung melakukan tanam.

Sementara itu, Pj Sekda Kotim Umar Kaderi menegaskan bahwa gerakan tanam padi serentak merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan dinamika global.

“Gerakan ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan luas tanam dan mengoptimalkan lahan pertanian, khususnya lahan tadah hujan. Petani didorong memanfaatkan waktu tanam secara tepat agar hasilnya maksimal,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan laporan, luas tanam Cetak Sawah Rakyat di Kotim saat ini mencapai sekitar 284 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan.

Selain itu, Umar mengingatkan pentingnya memperhatikan potensi musim kemarau yang diperkirakan mulai pada minggu ketiga Juni dengan puncak pada September.

“Kalau masa tanam sekitar empat bulan, maka kita berharap panen bisa dilakukan pada Juli atau Agustus sebelum puncak kemarau. Ini penting agar hasilnya optimal,” katanya.

Ia menegaskan bahwa gerakan tanam serentak ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan.

“Masalah pangan adalah soal kedaulatan dan keberlangsungan bangsa. Kalau kita ingin maju, maka pangan harus aman terlebih dahulu,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kotim optimistis dapat meningkatkan produksi pertanian serta berkontribusi dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. (f1/sb) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard