Lewati ke konten utama
DPRD Kotawaringin Timur

DPRD Kotim Dorong Percepatan Pembangunan Listrik Menuju Pulau Hanaut

Redaksi 10-04-2026, 12:52 WIB 2 menit baca
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor
Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor

SB, SAMPIT - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik menuju Kecamatan Pulau Hanaut agar dapat selesai dalam waktu tiga bulan ke depan.

"Harapan kita dalam tiga bulan ke depan jaringan listrik ke Pulau Hanaut sudah terealisasi. Masyarakat ingin listrik yang tidak hanya menyala, tetapi juga stabil," kata Ketua Komisi II DPRD Kotim, Akhyannoor, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, proyek pembangunan jaringan listrik tersebut akan menggunakan jaringan bertegangan 20 Kv yang ditarik dari Desa Bagendang Hilir dan melintasi Sungai Mentaya menuju wilayah Pulau Hanaut. Proyek ini dinilai krusial mengingat masih banyak wilayah yang mengalami keterbatasan listrik.

Di beberapa daerah seperti Bapinang, kata dia, kondisi listrik masih belum memadai. Bahkan peralatan sederhana seperti kipas angin tidak dapat berfungsi optimal karena tegangan yang rendah.

"Kalau hanya sekadar menyala tapi tidak kuat, tentu belum menjawab kebutuhan masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha," tambahnya.

Selain itu, DPRD juga berharap pembangunan pembangkit listrik seperti PLTU di kawasan Bagendang. Jika terealisasi, pasokan listrik di Kotim diyakini akan lebih merata hingga ke wilayah pelosok, termasuk Pulau Hanaut dan sekitarnya.

Akhyannoor menambahkan, saat ini progres pembangunan masih berjalan, termasuk proses pengurusan perizinan yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum pengerjaan fisik dilakukan.

Namun demikian, ia mengakui terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait akses menuju jaringan listrik yang berada di luar jalur jalan utama. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan petugas saat melakukan perbaikan jika terjadi gangguan.

"Kalau jaringan berada di lokasi yang sulit dijangkau, apalagi saat malam hari, tentu akan menghambat penanganan gangguan. Ini yang harus kita antisipasi," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPRD meminta keterlibatan perusahaan perkebunan besar swasta di sekitar wilayah pembangunan agar turut membantu membuka akses jalan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurutnya, keberadaan akses jalan yang memadai akan sangat membantu percepatan penanganan gangguan listrik serta mendukung kelancaran distribusi energi ke masyarakat.

Ia juga menyebut sejumlah perusahaan telah menunjukkan sikap kooperatif dan siap mendukung program tersebut demi kepentingan masyarakat luas.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa sumber pasokan listrik tetap berasal dari PLN, bukan dari perusahaan, guna memastikan kestabilan dan standar pelayanan tetap terjaga.

Selain Pulau Hanaut, pengembangan jaringan listrik juga menyasar beberapa wilayah lain seperti Kecamatan Telawang dan Kota Besi, termasuk desa-desa seperti Kenyala dan Penyang.

DPRD Kotim berharap seluruh tahapan, baik administrasi maupun teknis di lapangan, dapat berjalan lancar sehingga pemerataan listrik di wilayah tersebut segera terwujud. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard