Dokter Patu RSUD dr Murjani Sampit foto bersama dengan dokter lainnya. (FOTO: ISTIMEWA)
SB, SAMPIT – Dua dokter spesialis paru di RSUD dr Murjani Sampit mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Dokter Spesialis Paru, dr Efraim Kendek Biring menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya.
“Gejala TBC antara lain batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, meriang atau demam yang hilang timbul, sesak napas, penurunan nafsu makan, hingga berat badan yang menurun. Dalam beberapa kasus juga bisa disertai batuk darah,” ujar dr Efraim, Senin (13/4/2026).
Ia menekankan, masyarakat yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan sedini mungkin.
Sementara itu, dr Muhamad Taufiqurrahman menegaskan pentingnya kedisiplinan pasien dalam menjalani pengobatan TBC. Menurutnya, pengobatan harus dilakukan secara teratur dan berkelanjutan agar pasien dapat sembuh total serta mencegah penularan kepada orang lain.
“Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan penderita TBC. Pertama, minum obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Kedua, selalu menggunakan masker untuk mencegah penularan. Ketiga, menerapkan pola hidup sehat,” jelasnya.
Ia juga meluruskan berbagai stigma yang masih berkembang di masyarakat terkait penyakit tersebut. Menurutnya, TBC bukanlah penyakit akibat hal mistis atau faktor keturunan.
“TBC bukan penyakit guna-guna, bukan penyakit keturunan, dan bukan karena diracun. Ini adalah penyakit infeksi yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat,” tegasnya.
Kedua dokter tersebut berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan, sehingga penyebaran TBC dapat ditekan dan angka kesembuhan terus meningkat. (f1/sb)